Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi
LATEST POST

Wednesday, 30 September 2015

KARYA TULIS TENTANG PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI

Inilah Hasil  3 Finalis " LOMBA KOMPETISI GURU TINGKAT NASIONAL " di tingkat SD Sederajat , di share agar dapat digunakan sebagai acuan dalam dunia pendidikan kita di Indonesia

FINALIS 1 ADIK KARMELIA
https://drive.google.com/file/d/0B27Lhr3kLFRbUXNTU0pZM00xa1E/view?usp=sharing

FINALIS 2 MOHAMMAD SAFARI
https://drive.google.com/file/d/0B27Lhr3kLFRbSmRNUGhnRHRjV28/view?usp=sharing 

FINALIS 3 TONI HARSENO
https://drive.google.com/file/d/0B27Lhr3kLFRbMjg3VjBZY2hmbVU/view?usp=sharing

Resume Buku “Psikologi Pendidikan” oleh Dr. Iskandar, M. Pd

A. Pendahuluan
Salah satu pengertian kecerdasan yang paling banyak digunakan adalah konsep kecerdasan yang dipaparkan oleh Wechsler. Kecerdasan menurut Wechsler didefenisikan sebagai konsep generik yang melibatkan kemampuan individual untuk berbuat dengan tujuan tertentu. Sedangkan menurut Chaplin (1975) kecerdasan merupakan kemampuan menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan efektif. 

AL QUR'AN HADIST MI : MAKALAH TENTANG METODE PEMBELAJARAN AL QUR'AN HADIST DI MI 2015

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah (keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.) dalam diri peserta didik, terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan, yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan ilahiyah, sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik. Dalam pendidikan Islam, perlu dipergunakan metode pendidikan yang dapat melakukan pendekatan menyeluruh terhadap manusia, meliputi dimensi jasmani dan rohani (lahiriah dan batiniah), walaupun tidak ada satu jenis metode pendidikan yang paling sesuai mencapai tujuan dengan semua keadaan.

MAKALAH ANALISIS BAHAN AJAR / MATERI IPS KELAS 4 di SD/MI

Analisis Bahan Ajar IPS di Sekolah Dasar
Abstrak
Kemampuan yang melekat pada sosok guru profesional salah satunya berkaitan dengan kemampuan mengembangkan bidang ilmu yang ditekuni atau bahan ajar yang sesuai dengan konteks kurikuler dan kebutuhan peserta didik (pedagogical content knowledge). Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 19 Tahun 2005 Pasal 20, diisyaratkan bahwa guru diharapkan mengembangkan materi pembelajaran, yang kemudian dipertegas melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, yang antara lain mengatur tentang perencanaan proses pembelajaran yang mensyaratkan bagi pendidik pada satuan pendidikan untuk mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru selanjutnya diharapkan mampu mengembangkan bahan ajar dan mengimplementasikan dalam pembelajaran. Namun masalah penting yang sering dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran adalah memilih atau menentukan materi pembelajaran atau bahan ajar yang tepat dalam rangka membantu siswa mencapai kompetensinya. Berdasarkan struktur KTSP, bahan kajian IPS meliputi kemampuan memahami seperangkat fakta, konsep, dan generalisasi tentang (1) sistem sosial dan budaya, (2) manusia, tempat dan lingkungan, (3) perilaku ekonomi dan kesejahteraan, (4) waktu, keberlanjutan dan perubahan, (5) sistem berbangsa dan bernegara. Tulisan ini merupakan hasil konseptual mengenai pentingnya menganalisis bahan ajar agar guru terhindar dari kesalahan mengidentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran serta mampu memenuhi unsur kecakupan, kecukupan dan kedalaman materi pembelajaran sehingga tingkat penguasaan kompetensi peserta didik yang termuat dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) dapat tercapai.

Monday, 28 September 2015

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN “VALIDITAS DAN RELIABILITAS TES”

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Perkembangan konsep penilaian pendidikan yang ada pada saat ini menunjukkan arah yang lebih luas. Penilaian program pendidikan menyangkut penilaian terhadap tujuan pendidikan, isi program,
strategi pelaksanaan program dan sarana pendidikan. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru siswa dan keterlaksanaan program belajar mengajar. Sedangkan penilaian hasil belajar menyangkut hasil belajar jangka pendek dan hasil belajar jangka panjang.

MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN IPS DI SD/MI 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Dalam sebuah proses pembelajaran komponen yang turut menentukan keberhasilan sebuah proses adalah evaluasi. Melalui evaluasi orang akan mengetahui sampai sejauh mana penyampaian pembelajaran atau tujuan pendidikan atau sebuah program dapat dicapai sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

PTK PENJASKES : Peningkatan Minat dan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Penjaskes Melalui Permainan Tradisional di MI Nurul Huda


BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang
Permainan tradisional merupan permainan yang sudah sejak lama ada di kehidupan masyarakat Indonesia. Permainan tradisional merupakan permainan yang diwariskan dari leluhur. Permainan tradisional dimainkan oleh para pendahulu sebagai sarana rekreatif untuk mengisi waktu luang. Permainan tradisional merupakan permainan yang sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusun untuk memainkannnya. Perlengkapan dan persiapan yang dilakukan juga sangat sederhana dan tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Peraturan yang ada dalam permainan tradisional juga sederhana.

AleXa Rank

pak-boedi.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor
Loading...

IP Adrress....KaMu...

ip-location

Protected by News3Best

Get this widget

boedis@2012. Powered by Blogger.

Adsense

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger