Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi

Tuesday, 30 April 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN TENTANG METODE EKSPERIMEN

Penggunaan Metode Eksperimen dalam Meningkatkan Prestasi Belajar
Beberapa desain experiment yang sering digunakan pendidik dalam memperbaiki hasil belajar peserta didik, yaitu: (1) Treatments by Levels Designs; (2) Treatment by Groups Designs; dan (3) Matched Subjects Designs. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas berikut ini diuraikan secara singkat ketiga desain experiment: 1. Treatment by Levels Designs. Desain ini memberikan dasar-dasar pengamatan stratifikasi yang lebih baik. Kita sadari bahwa pada setiap kelompok/kelas selalu dijumpai adanya peserta didik yang masuk kelompok tinggi dan rendah, ada anak-anak yang pandai dan kurang pandai, maka melalui desain ini stratifikasi itu perlu mendapat perhatian dalam menentukan kelompok kontrol dan experiment. Kondisi semacam ini dalam pelaksanaan suatu experiment perlu diperhatikan agar tidak banyak mengganggu hasil akhir experiment. Untuk itu, dalam persiapan experiment, peneliti harus menentukan dua kelompok yang di dalamnya terdistribusi peserta didik yang berkemampuan yang seimbang. Walaupun demikian bukan berarti bahwa desain ini sudah terbebas dari kesesatan, masih juga dapat terjadi bilamana tidak memperhatikan pelaksana/pendidik pelaku tindakan baik di kelompok experiment atau di kelompok kontrol. Pengulangan juga terjadi kalau tidak diperhatikan kemungkinan pengulangan metode pada kedua kelompok itu. Disamping itu, juga perlu diperhatikan variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap hasil experiment, maka persiapan perlu dilakukan sebaik-baiknya.

Monday, 29 April 2013

Karakteristik pembelajaran IPA

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dapat dipandang sebagai produk dan sebagai proses. Secara definisi, IPA sebagai produk adalah hasil temuan-temuan para ahli saintis, berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori-teori. Sedangkan IPA sebagai proses adalah strategi atau cara yang dilakukan para ahli saintis dalam menemukan berbagai hal tersebut sebagai implikasi adanya temuan-temuan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa alam. IPA sebagai produk tidak dapat dipisahkan dari hakekatnya IPA sebagai proses.

Tuesday, 23 April 2013

CONTOH PROPOSAL SKRIPSI PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI BANGUN DATAR SISWA.........

BABI
PENDAHULUAN
Pada saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah menyentuh di segala aspek kehidupan manusia. Mulai dari dunia bisnis sampai dunia pendidikan sangat merasakan kebermanfaatannya. Sejalan dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tersebut, maka teknologi  komputer sangat pesat, sehingga keunggulan komputer tidak hanya terbatas pada kemampuan mengolah data, tetapi lebih dari itu komputer dapat menunjang dalam proses pengambilan keputusan. Dengan komputer dapat menjalankan informasi yang berbasiskan komputer maka data yang masuk akan diolah secara tepat, akurat, mudah dalam mengaksesnya.

FILSAFAT PENDIDIKAN : HADIS TENTANG METODE PENDIDIKAN ISLAM

MAKALAH INI UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN
A. Pendahuluan


Keberhasilan menanamkan nilai-nilai rohaniah (keimanan dan ketakwaan pada Allah swt.) dalam diri peserta didik, terkait dengan satu faktor dari sistem pendidikan, yaitu metode pendidikan yang dipergunakan pendidik dalam menyampaikan pesan-pesan ilahiyah, sebab dengan metode yang tepat, materi pelajaran akan dengan mudah dikuasai peserta didik. Dalam pendidikan Islam, perlu dipergunakan metode pendidikan yang dapat melakukan pendekatan menyeluruh terhadap manusia, meliputi dimensi jasmani dan rohani (lahiriah dan batiniah), walaupun tidak ada satu jenis metode pendidikan yang paling sesuai mencapai tujuan dengan semua keadaan.

MAKALAH PENGANTAR ILMU HADIST

HADIST DITINJAU DARI SEGI KUALITAS DAN KUANTITASNYA

BAB I
 PENDAHULUAN
 Semua umat Islam telah sepakat dengan bulat bahwa Hadits Rasul adalah sumber dan dasar hukum Islam setelah Al – Qur’an, dan umat Islam diwajibkan mengikuti dan mengamalkan hadits sebagaimana diwajibkan mengikuti dan mengamalkan Al – Qur’an. Al – Qur’an dan hadits merupakan dua sumber hukum pokok syariat Islam yang tetap, dan orang Islam tidak akan mungkin, bisa memahami syariat Islam secara mendalam dan lengkap tanpa kembali kepada kedua sumber Islam tersebut. Seorang mujtahid dan seorang ulama pun tidak diperbolehkan hanya mencukupkan diri dengan mengambil salah satu keduanya. Banyak kita jumpai ayat – ayat Al – Qur’an dan Hadits – hadits yang memberikan pengertian bahwa hadits merupakan sumber hukum islam selain Al – Qur’an yang wajib diikuti, dan diamalkan baik dalam bentuk perintah maupun larangannya. Hadits itu sendiri secara istilah adalah segala peristiwa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik perkataan, perkataan, segala keadaan, atau perilakunya.

MAKALAH PENGANTAR ILMU HADIST TENTANG KUALITAS HADIS

PEMBAGIAN HADITS SECARA UMUM
Hadits yang dapat dijadikan pegangan adalah hadits yang dapat diyakini kebenarannya. Untuk mendapatkan hadits tersebut tidaklah mudah karena hadits yang ada sangatlah banyak dan sumbernya pun berasal dari berbagai kalangan.

Monday, 22 April 2013

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN


PENGERTIAN,JENIS MEDIA DAN KARAKTERISTIK MEDIA PEMBELAJARAN

A.PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN 

Kata media berasal dari bentuk jamakkata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Gagne (2006: 14) mengemukakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Istilah media dalam bidang pembelajaran disebut juga media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, alat bantu atau media tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapatmerangsang siswa untuk merespon dengan baik segala pesan yang disampaikan. Penggunaan media pembelajaran selain dapat memberi rangsangan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar, media pembelajaran juga memiliki peranan penting dalam menunjang kualitas proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan oleh Yusufhadi Miarso (2004:458): Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan si belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan, dan terkendali. Pemilihan media pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar siswa, hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 2)

STRATEGI PEMBELAJARAN

PENGERTIAN BELAJAR, MENGAJAR DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

ABSTRAKSI
Belajar adalah suatu aktivitas latihan dan kegiatan anak untuk mendapatkan pengalaman. Dalam hal ini anak diposisikan sebagai individu yang dinamis dan bukan individu yang pasif. Strategi adalah suatu garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan Kata Kunci : strategi, belajar, mengajar

STRATEGI PEMBELAJARAN


Pendekatan, Strategi, dan Model Pembelajaran

Istilah pendekatan dan strategi sering diartikan sama, dan dalam model biasanya termasauk didalamnya ada metode, stertegi dan pendekatan yang digunakan
Pendekatan (approach) dapat dipandang sebagai suatu rangkaian tindakan yang terpola atau terorganisir berdasarkan prinsip-prinsip tertentu (misalya dasar filosofis, prinsip psikologis, prinsip didaktis, atau prinsip ekologis), yang terarah secara sistematis pada tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian pola tindakan tersebut dibangun di atas prinsip-prinsip yang telah terbukti kebenarannya sehingga tindakan-tindakan yang terorganisir dapat berjalan secara konsisten kea rah tercapainya tujuan atau teratsainya suatu masalah.

CONTOH PROPOSAL METODOLOGI PENELITIAN

TENTANG PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejalan dengan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah membuat peraturan yang tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang menjelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mencerdaskan kehidupan bangsa dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusi yang beriman dan bertaqwa, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Bagi bangnsa yang sedang berkembang, yang giat membangun negaranya, pendidikan merupakan salah satu investasi yang paling utama. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh mamnusia yang dipersiapkan untuk itu melalui pendidikan.Pemerintah menganggarkan biaya yang sangat besar untuk pendidikan atas dasar keyakinan bahwa pembangunan bangsa harus disertai pembangunan manusianya.

Saturday, 20 April 2013

MAKALAH PEMBELAJARAN TEMATIK : IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEMATIK

PEMBELAJARAN TEMATIK DAN IMPLEMENTASI

Pendahuluan Pemerintah pada beberapa tahun lalu telah mengeluarkan kebijakan tentang otonomi daerah. Kebijakan ini antara lain memberi ruang gerak yang luas kepada lembaga pendidikan khususnya sekolah dasar dalam mengelola sumber daya yang ada, dengan cara mengalokasikan seluruh potensi dan prioritas sehingga mampu melakukan terobosan-terobosan sistem pembelajaran yang lebih inovatif dan kreatif. Salah satu upaya kreatif dalam melaksanakan pembelajaran yang menggunakan kurikulum berbasis kompetensi di sekolah dasar adalah melakukan pembelajaran tematik.

Sunday, 14 April 2013

STRATEGI PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR / MADRASAH IBTIDAIYAH ( SD/MI)

A. Pendahuluan
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran di persekolahan, selayaknya disampaikan secara menarik dan penuh makna dengan memadukan seluruh komponen pemebalajaran secara efektif. Selain itu, IPS sebagai disiplin ilmu yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap dinamika perkembangan masyarakat. Dalam praktek pembelajarannya harus senantiasa memperhatikan konteks yang berkembang. Pendekatan-pendekatan pembelajaran efektif yang di ramu dari teori pendidikan modern menjadi salah satu intrumen penting untuk diperhatikan agar pembelajaran tetap menarik bagi peserta didik serta senantiasa relevan dengan konteks yang berkembang.

Saturday, 13 April 2013

PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIS DI MI

LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS DAN RPP  MATA PELAJARAN QUR’AN HADIS DAN CONTOH PENERAPANNYA

A. Pendahuluan
Makalah ini menggambarkan  langkah- langkah penjabaran mulai dari standar isi sampai menjadi silabus dan RPP untuk tiap mata pelajaran dan pembelajaran tematik. Contoh yang disajikan merupakan salah satu contoh dari berbagai alternatif yang ada. Contoh yang dilampirkan berisi  penjabaran dari standar isi menjadi RPP secara bertahap sehingga cocok untuk para pemula yang akan mengembangkan silabus dan RPP. Silabus dan RPP yang dikembangkan hanya satu kompetensi dasar saja, untuk selanjutnya madrasah akan mengembangkan sendiri dengan langkah-langkah yang ada pada panduan.
Langkah-langkah yang  ditempuh untuk menyusun silabus dan RPP  dengan pendekatan mata pelajaran pada lampiran ini  diuraikan  berikut.
A. Pendahuluan
Bab berikut berisi penjabaran mulai dari standar isi sampai menjadi RPP untuk tiap mata pelajaran. Contoh yang disajikan merupakan salah satu contoh penjabaran dari standar isi menjadi RPP secara bertahap sehingga cocok untuk para pemula yang akan mengembangkan silabus dan RPP.

Pendekatan Mata Pelajaran
Contoh yang ada pada lampiran ini menggambarkan  langkah- langkah penjabaran mulai dari standar isi sampai menjadi RPP untuk tiap mata pelajaran. Langkah-langkah  tersebut  diuraikan  berikut.
1.       Membaca  dan mendalami SK/KD  suatu mata pelajaran dan struktur kurikulum mapel pada kelas tertentu  (dilampirkan SK/KD mapel satu tahun dan struktur kurikulum madrasah)
2.       Memetakan SK/KD dengan tujuan (1) menentukan karakteristik/kategori suatu kompetensi dasar  (2) menentukan cakupan materi, (2) menentukan pengetahuan prasarat yang diperlukan untuk mencapai KD, atau  (3)   menata urutan penyajian kompetensi dasar dalam satu semester/ satu tahun.  Format dan penentuan tujuan pemetaan disesuaikan dengan  karakteristik mata pelajaran. Dengan mengetahui karakteristik KD dari pemetaan dapat dilakukan penentuan waktu  yang sesuai dan model perencanaan pembelajaran berikutnya.
3.       Menyusun program tahunan (prota) dengan cara (1) menentukan jumlah minggu dalam 1 tahun (a), (2) menentukan jumlah minggu yang tidak efektif (b), (3) menentukan minggu efektif dalam satu tahun  dengan cara     a – b = c  (minggu efektif dalam satu tahun), dan (4) menentukan jumlah jam pelajaran efektif untuk tiap mata pelajaran dalam satu tahun  dengan cara  minggu efektif dalam satu tahun x  alokasi jam pelajaran (lihat struktur kurikulum MI) = ... jam efektif mapel, (5)  mengatur alokasi waktu jam efektif dua  semester(satu tahun)  untuk pembelajaran dan ulangan, (6)  membagi jam efektif untuk ulangan, (7) membagi waktu jam pelajaran efektif untuk semua kompetensi dasar sesuai dengan karakteristik/cakupan  KD yang telah ditentukan pada pemetaan, dan (8) menuliskan  KD sesuai dengan urutan  KD  dalam pemetaan  beserta waktu yang dialokasikan untuk KD tersebut. Minggu efektif tiap sekolah/madrasah diatur sendiri asalkan dalam satu  tahun tidak kurang dari 34 minggu dan tidak lebih dari 38 minggu. Contoh pada lampiran ini  perlu disesuaikan dengan kalender akademik madrasah yang ada di KTSP dokumen 1 (dibuat sendiri oleh madrasah). Prota  memberikan gambaran perencanaan penyajian KD satu tahun dengan alokasi waktu selama satu tahun. Misalnya, jumlah alokasi waktu  pada prota diisi sesuai dengan jam pelajaran efektif  Bahasa Arab di kelas IV    yang ada di suatu madrasah yaitu jumlah pekan efektif  satu tahun x alokasi waktu Bahsa Arab di struktur kurikulum MI (2 jam).  Jumlah pekan efektif satu tahun sesuai aturan terentang 34 -38 minggu. Misalnya, minggu  efektif   semester 1 yang ada di madrasah 17  dan semester 2 juga 17. Jam efektif Bahasa Arab   satu semester  sejumlah 17x2 =  34  jam.  Berarti satu tahun sekolah memiliki 68 jam efektif untuk mapel Bahasa Arab. Alokasi waktu sejumlah  34 jam  per semester tersebut diatur untuk pembelajaran  semua KD yang  ada  pada satu semester dan untuk ulangan harian. Alokasi waktu tiap KD tergantung karakteristik dan cakupan KD.
4.       Menyusun program semester (prosem) dengan cara (1) menentukan alokasi waktu jam efektif satu  semester yang sudah dituliskan pada prota   (pembelajaran dan ulangan),  dan  (2) mendistribusikan jam efektif pembelajaran dan ulangan pada  rincian mingguan dalam tabel kalender akademik madrasah. Urutan penyajian KD disesuaikan dengan pemetaan yang telah dilakukan. Urutan TIDAK HARUS sama dengan urutan dalam standar isi. Pengaturan urutan penyajian yang telah dirancang pada pemetaan dituliskan pada prosem. Contoh pada lampiran ini  perlu disesuaikan dengan kalender akademik madrasah yang ada di KTSP dokumen 1. Prosem  memberikan gambaran perencanaan penyajian KD satu semester denga rincian penyajian tiap minggu dan distribusi ulangan harian. Jumlah alokasi waktu  per KD pada prosem diisi sesuai dengan jam pelajaran  yang ada pada prota. Bedanya, program semester menggambarkan lebih rinci penyajian kompetensi dasar pada minggu ke berapa dan pelaksanaan ulangan pada minggu ke berapa.
5.       Menyusun  silabus yaitu menjabarkan  semua KD menjadi  komponen-komponen silabus yaitu (1) identitas/tema mapel, (2)  SK/KD, (3) materi, (4) kegiatan pembelajaran, (5) indikator, (6) penilaian, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. Urutan penulisan KD dalam silabus sesuai dengan pemetaan yang dilakukan dan alokasi waktu sesuai dengan prota. Pada contoh yang dilampirkan ini silabus hanya diberikan contoh satu kompetensi dasar saja. Kompetensi dasar yang  dibuat silabus pada lampiran ini dicetak tebal pada prota maupun promes. Madrasah diharapkan menyusun sendiri untuk seluruh kompetensi dasar dengan panduan yang tersedia.
6.       Menyusun RPP yaitu menjabarkan lebih lanjut silabus menjadi lebih  operasional terutama pada kegiatan pembelajaran dan wujud alat penilaiannya. RPP menjabarkan pelaksanaan suatu KD menjadi satu atau beberapa pertemuan sesuai dengan waktu yang dimiliki. Komponen RPP mencakup (1) identitas/tema dan alokasi waktu, (2) SK/KD, (3) tujuan pembelajaran, (4) materi, (5) metode pembelajaran, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian hasil belajar, dan (8) sumber belajar. Kompetensi dasar pada  RPP contoh  sesuai dengan kompetensi dasar pada contoh silabus. Tiap-tiap mapel diberi contoh satu kompetensi dasar. RPP yang baik sudah dilengkapi bahan ajar/LKS, instrumen penilaian yang siap pakai (ada soal/perintah dan pedoman penilaian/ rubrik).

Pendekatan Tematik

     Pembelajaran tematik yang dicontohkan pada lampiran ini bukan pendekatan tematik secara utuh tetapi   pembelajaran tematik dalam konteks pencapaian standar isi madrasah. Contoh yang disajikan adalah salah satu contoh dari berbagai alternatif yang ada. Pembuatan perangkat pembelajaran tematik dengan cara yang lain sangat dimungkinkan. Contoh penjabaran standar isi menjadi silabus dan RPP dengan  pendekatan tematik  dalam lampiran ini   dilakukan dengan langkah berikut.

  1. Membaca  dan mendalami SK/KD  satu semester/ satu tahun  untuk semua  mata pelajaran pada   kelas  tertentu  (misalnya, SK/KD satu tahun  seluruh mapel di kelas 1, di kelas 2 atau di kelas 3). Di samping itu, juga diperlukan membaca struktur kurikulum  (contoh dalam buku ini melampirkan struktur kurikulum MI)
2.       Penentuan minggu efektif dan penentuan jumlah kelompok KD/ jaring tema dalam 1 semester/1 tahun. Menghitung minggu efektif  di madrasah dengan cara(1) menentukan jumlah minggu dalam 1 tahun (a), dan (2) menentukan jumlah minggu yang tidak efektif (b), (3) menentukan minggu efektif dalam satu tahun  dengan cara     a – b = c  (minggu efektif dalam satu tahun). Penentuan jumlah kelompok KD/ jaring tema dilakukan dengan mempertimbangkan minggu efektif yang ada. Misalnya,  dengan 17 minggu efektif  satu semester ditentukan 8 tema dengan pertimbangan 1 tema diajarkan sekitar 2-3 minggu. Pada  lampiran dicontohkan  8 tema dan tiap tema cakupan KD akan dibuat relatif sama sehingga  tiap tema disajikan 2 minggu dengan rincian 1 minggu pembelajaran dan 1 minggu berikutnya dengan jadwal pelajaran yang sama dilakukan penilaian dan remedial terhadap KD-KD yang telah dibelajarkan. Pada contoh lampiran ini pemilihan tema dilakukan dengan mengambil salah satu KD dari mapel  tertentu. Misalnya, dari KD  Aqidah Ahlak, IPS, IPA, PKn, dan sebagainya. Pengambilan tema dari isi KD dimaksudkan untuk memudahkan pemaduan dengan standar isi.   Teknik pengambilan tema bisa dilakukan dengan cara lain.
3.       Membuat pemetaan KD mapel/tema. Pada kegiatan ini guru menentukan kelompok-kelompok  KD dari berbagai mapel yang relevan untuk dipadukan dalam pembelajaran tematik (pemetaan KD mapel). Untuk mencapai keseluruhan standar isi minimal, pemaduan pada contoh dilakukan pada semua mapel dalam standar isi dan ditambahkan mulok. Ini hanya salah satu teknik,  teknik pemaduan dengan cara lain sangat dimungkinkan.  Penentuan kelompok-kelompok KD yang akan dipadukan disebut  pemetaan KD  mapel. Penyusunan pemetaan KD mapel dilakukan   dengan cara (1) menentukan  mapel  yang akan dipadukan (pada contoh dipadukan seluruh mapel pada standar isi dan mulok dengan ciri tiap kelompok  memiliki jenis mapel yang sama), (2) membagi habis /mengelompokkan  KD- KD dari berbagai mapel  menjadi beberapa kelompok seperti yang telah direncanakan (pengelompokan bisa dengan memilih  KD-KD yang  berada pada urutan  yang sama, bisa juga dengan memilih KD-KD yang berkaitan, bisa mengulang KD-KD yang dianggap penting sesuai dengan kondisi peserta didik pada kelompok KD/tema yang berbeda), (3) menentukan tema ( bisa diambil dari salah satu KD Aqidah Ahlak, IPS, IPA , dan sebagainya yang ada pada suatu unit/kelompok KD atau dengan teknik lain yang bisa memayungi semua KD dan relevan dengan perkembangan peserta didik (4) penentuan alokasi waktu per jaring tema (pada contoh ditentukan alokasi waktu yang sama untuk kelompok KD/jaring tema yaitu 2 minggu dengan pertimbangan bobot tiap kelompok KD dibuat relatif sama dan lebih memudahkan dalam penyusunan jadwal)
4.       Menyusun program tahunan (prota) dengan cara (1) menuliskan urutan jaring tema seperti pada pemetaan mapel selama satu tahun, (2) mencantumkan waktu yang dialokasikan untuk setiap jaring tema pada satu tahun, (3) menentukan alokasi jam pelajaran yang dibutuhkan  setiap kelompok KD/ tema berdasarkan cakupan dan kedalaman KD yang akan dicapai maksimal 31 jam per minggu untuk kelas 1 dan 2 serta 33 jam untuk kelas 3 (sesuai aturan pada standar isi)Minggu efektif tiap sekolah/madrasah diatur sendiri asalkan dalam satu tahun  tidak kurang dari 34 minggu dan tidak lebih dari 38 minggu. Pada lampiran ini dicontohkan 17 minggu efektif pada 1 semester.
5.       Menyusun program semester (prosem) dengan cara (1) merinci  alokasi waktu untuk tiap kelompok KD  seperti pada prota ditambahkan waktu ulangan yang direncanakan, (2) menambahkan rincian bulan dan minggu dalam 1 semester dengan pendistribusian jam pelajaran efektif  tiap minggu yang digunakan untuk mencapai tiap KD. Urutan penyajian KD disesuaikan dengan pemetaan yang telah dilakukan. Pengaturan urutan penyajian yang telah dirancang pada jaring tema  dituliskan pada prosem.
6.       Menyusun  silabus dengan  menjabarkan  semua KD menjadi  komponen-komponen silabus yaitu (1) identitas/, (2)  SK/KD, (3) materi, (4) kegiatan pembelajaran, (5) indikator, (6) penilaian, (7) alokasi waktu, dan (8) sumber belajar. Urutan penulisan KD dalam silabus sesuai dengan jaring tema  yang dipetakan dan alokasi waktu sesuai dengan prota. Pada contoh yang dilampirkan ini silabus hanya diberikan contoh satu tema saja. Tema yang lain perlu  dikembangkan sendiri oleh madrasah.
7.       Menyusun jaring tema harian dengan cara (1) menentukan hari efektif dalam tiap minggu (ada madrasah yang memiliki hari efektif 6 hari ada juga yang memilki hari efektif 5 hari), (2) membagi  kelompok KD/jaring tema pada pemetaan mapel menjadi jaring tema harian untuk tiap hari efektif (pada lampiran ini dicontohkan pembagian jaring harian untuk 6 hari efektif dengan pengulangan  KD  mapel Bahasa Indonesia karena konteks peserta didik memerlukan penekanan pada pembelajaran membaca dan menulis), dan (3) membuat jaring tema harian (webbing) berdasarkan pengelompokan pada langkah sebelumnya, (4) menentukan urutan hari penyajian untuk tiap-tiap jaring tema harian (pada lampiran dicontohkan jadwal pelaksanaan jaring tema harian minggu pertama berupa kegiatan pemelajaran  dan minggu kedua berupa kegiatan penilaian)
8.       Menyusun RPP yaitu menjabarkan lebih lanjut silabus menjadi lebih  operasional terutama pada kegiatan pembelajaran dan wujud alat penilaiannya. RPP dalam pendekatan tematik menjabarkan pelaksanaan suatu jaring tema harian. 1 RPP untuk satu jaring harian. Untuk madrasah dengan 6 hari efektif berarti membuat 6  RPP harian untuk 6 hari. Demikian juga untuk madrasah dengan 5 hari efektif akan menyusun 5 RPP harian untuk 5 hari efektif.  Pada contoh, satu RPP harian dilaksanakan  5 x 35 menit. Komponen RPP mencakup (1) identitas/tema dan alokasi waktu, (2) SK/KD, (3) tujuan pembelajaran, (4) materi, (5) metode pembelajaran, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian hasil belajar, dan (8) sumber belajar. Contoh yang disajikan hanya  silabus dari satu jaring tema dijabarkan menjadi 12 hari (2 minggu). RPP harian 1 -6 berupa pembelajaran  sesuai jaring tema  dan 7 -12 mengulang pembelajaran yang sama dengan pendalaman  dan penilaian. RPP yang dicontohkan baru untuk 1 jaring  harian pada kegiatan pembelajaran.

Penyusunan contoh-contoh pada lampiran ini didasarkan pada struktur kurikulum minimal madrasah berikut.
.    TABEL STRUKTUR KURIKULUM
 MADRASAH IBTIDAIYAH

Komponen
Kelas dan Alokasi Waktu
I
II
III
IV, V,
dan VI
A. Mata Pelajaran




     1. Pendidikan Agama Islam




         a. Al-Qur'an-Hadis
1
1
1
2
         b. Akidah-Akhlak
1
1
2
2
         c. Fikih
1
1
2
2
         d. Sejarah Kebudayaan Islam
-
-
1
2
     2. Pendidikan Kewarganegaraan
2
2
2
2
    3. Bahasa Indonesia
6
6
5
5
    4. Bahasa Arab
2
2
2
2
    5. Matematika
5
5
5
5
    6. Ilmu Pengetahuan Alam
2
2
2
4
    7. Ilmu Pengetahuan Sosial
2
2
2
3
    8. Seni Budaya dan Keterampilan
2
2
2
4
    9. Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
3
3
3
4
B. Muatan Lokal *)
2
2
2
2
C. Pengembangan Diri **)
2
2
2
2
J u m l a h
31
31
33
39

Keterangan:
1.       Pembelajaran  pada kelas I s.d. III dilaksanakan melalui pendekatan tematik, sedangkan  pada kelas IV s.d. VI dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
2.    *)    Kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi 
              daerah, yang ditentukan oleh satuan pendidikan (madrasah).
3.    **)  Bukan mata pelajaran tetapi harus diasuh oleh guru dengan tujuan memberikan kesempatan peserta
               didik  untuk mengembangkan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat, dan kondisi satuan
               pendidikan (madrasah).


          SILABUS MATA PELAJARAN AL-QURAN HADITS

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR QUR’AN DAN HADIST
Kelas IV, Semester 1

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI  DASAR
1.   Menghafal surat-surat pendek  secara benar  dan fasih

1.1      Membaca surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah secara benar dan fasih
1.2.         Menghafalkan surat al-‘Adiyat secara benar dan fasih
2.   Memahami arti surat-surat pendek 
2.1          Mengartikan surat an-Nashr dan surat al-Kautsar
2.2.         Memahami isi kandungan surat an-Nashr dan al-Kautsar secara sederhana
3.      Memahami kaidah ilmu tajwid
3.1       Memahami hukum bacaan idhar dan ikhfa’
3.2       Menerapkan hukum bacaan idhar dan ikhfa’


Kelas IV, Semester 2

STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI  DASAR
4.    Memahami arti surat pendek dan hadis tentang niat dan silaturahmi
4.1       Mengartikan surat al-Lahab
4.2          Menjelaskan isi kandungan surat al-Lahab secara sederhana
4.3     Menerjemahkan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi
4.4     Menjelaskan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi secara sederhana
5.   Menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid
5.1    Memahami hukum bacaan idgham  
         bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab
5.1        Menerapkan hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab


CONTOH PROGRAM TAHUNAN
SATUAN PENDIDIKAN        : MADRASAH IBTIDAIYAH
MATA PELAJARAN               : AL QUR’AN HADITS
KELAS                                                : IV (Empat)
TAHUN PELAJARAN                        : 2010/2011
SMT
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
ALOKASI WAKTU
KET


I
1.   Menghafal surat-surat pendek  secara benar  dan fasih





1.1  Membaca surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah secara benar dan fasih.
1.2  Menghafalkan surat al-‘Adiyat secara benar dan fasih

6 JP


6 JP


I
2.   Memahami arti surat-surat        pende
2.2          Mengartikan surat an-Nashr dan surat al-Kautsar

2.3          Memahami isi kandungan surat an-Nashr dan al-Kautsar secara sederhana

6 JP

6 JP



I
3 Memahami kaidah ilmu tajwid
3.1          Memahami hukum bacaan idhar dan ikhfa’
3.2          Menerapkan hukum bacaan idhar dan ikhfa’

6 JP

6 JP


II
4.Memahami arti surat pendek dan hadis tentang niat dan silaturahmi
4.1Mengartikan surat al-Lahab
4.2Menjelaskan isi kandungan surat al-Lahab secara sederhana
4.3Menerjemahkan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi
4.4Menjelaskan isi kandungan hadis tentang niat dan silaturahmi secara sederhana


4 JP

6 JP

4JP

6 JP

II
5.Menerapkan kaidah-kaidah ilmu tajwid
5.1Memahami hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab
5.2Menerapkan hukum bacaan idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, dan iqlab

6 JP

4 JP

        ………………………………
Mengetahui                                                                          Guru Mata Pelajaran
Kepala Madrasah



.....................................                                                                      ………………………………
   NIP. ..........                                                                              NIP......…………

Contoh Promes Qur’an dan Hadits
CONTOH SILABUS
Satuan Pendidikan                        :  Madrasah Ibtidaiyah
Mata Pelajaran                   :  Quran Hadist
Kelas/Semester                   :  IV (Empat)/I (Ganjil)
Standar Kompetensi             : Membaca surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah secara benar dan fasih
Alokasi Waktu                     :  6 X 40 Menit
KOMPETENSI  DASAR
MATERI PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
INDIKATOR
PENILAIAN
ALOKASI WAKTU
SUMBER/
BAHAN/ALAT
1
2
3
4
5
6
7

Menghafal surat-surat pendek  secara benar  dan fasih













Membaca surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah
















v  Membaca surat al Adiyat dan al Insyiraah dengan fasih dan tartil.
v  Menghafal surat al Adiyat dan al Insyiraah  dengan lancar.
v  Menuliskan al Adiyat dan al Insyiraah  dengan benar.


v  Membaca surat al Adiyat dengan fasih dan tartil.
v  Menghafal surat al Adiyat dengan lancar.
v  Menuliskan al Adiyat dengan benar.
v  Membaca surat al Insyiraah dengan fasih dan tartil.
v  Menghafal surat al Insyiraah dengan lancar.
v  Menuliskan al Insyiraah t dengan benar.

Tes Tertulis

Perfoeman

6 x 40 Menit

Al Qur’an

Buku Paker


CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Sekolah                           : Madrasah Ibtidaiyah
Mata Pelajaran             : Al Qur’an Hadits
Kelas / Semester           : IV (Empat)/I (Ganjil)

Standar Kompetensi    : Membaca surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah secara benar  
                                             dan   fasih
Kompetensi Dasar        : Menghafal surat-surat pendek  secara benar  dan fasih

Indikator                        :  1. Membaca surat al Adiyat dengan fasih dan tartil.
          2. Menghafal surat al Adiyat dengan lancar.
       3. Menuliskan al Adiyat dengan benar.
       4. Membaca surat al Insyiraah dengan fasih dan tartil.
      5. Menghafal surat al Insyiraah dengan lancar.
       6. Menuliskan al Insyiraah t dengan benar.

Alokasi Waktu               : 6 X 35 Menit

     Tujuan Pembelajara      : Siswa dapat Membaca, menghafal dan menuliskan surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah dengan fasih, lancar dan benar.

Materi Ajar                     :  Surat al-‘Adiyat dan surat al-Insyiraah

Metode Pembelajaran      :           1. Drill
                                          2. Imla’
                                          3. Demonstrasi


Langkah-langkah kegiatan

NO
Kegiatan

Waktu
Metode

1.

Pertemuan I:
Pendahuluan
    - Memberikan motivasi betapa pentingnya belajar al Qur’an.
    - Guru mengajak siswa mengingat kembali bacaan surat-surat pendek yang pernah dipelajari ke kelas 3.

Kegiatan Inti
Ø  Siswa mengamati guru melafalkan satu ayat demi satu ayat surat al Adiyat dengan benar
Ø  Siswa memberi tanggapan terhadap bacaan guru (Eksploasi).
Ø  Siswa secara bersama-sama melafalkan bacaan surat al Adiyat seperti yang dicntohkan guru (Eksplorasi).
Ø  Siswa secara acak ditunjuk untuk melafalkan surat al Adiyat secara benar (Elaborasi)
Ø  Guru membacakan potongan salah satu ayat surat Al Adiyat kemudian siswa  melanjutkannya (Elaborasi).
Ø  Siswa menuliskan surat al Adiyat secara benar dan rapi.  

Kegiatan Penutup
Ø  Refleksi: Mengadakan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
Ø  Guru memberikan reward kepada siswa yang hafal dengan lancar dan menulis dengan rapi dan benar.



5 Menit






60 Menit












5 Menit




2.
Pertemuan II:
Pendahuluan
    - Memberikan kembali motivasi betapa pentingnya  belajar al    Qur’an.
    - Guru mengajak siswa membacakan kembali secara bersama-sama bacaan surat al Insyiraah yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

Kegiatan Inti
Ø  Siswa mengamati guru melafalkan satu ayat demi satu ayat surat al Insyiraah dengan benar. (eksplorasi)
Ø  Siswa mengomentari bacaan yang telah dilakukan guru (Eksplorasi).
Ø  Siswa secara bersama-sama melafalkan bacaan surat al Insyiraah seperti yang dicntohkan guru (Elaborasi)
Ø  Siswa secara acak ditunjuk untuk melafalkan surat al Insyiraah secara benar (Elaborasi)
Ø  Guru membacakan potongan salah satu ayat surat al Insyiraah kemudian siswa melanjutkannya.
Ø  Siswa menuliskan surat al Insyiraah secara benar dan rapi. (konfirmasi) 

Kegiatan Penutup
Ø  Refleksi: Mengadakan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
Ø  Guru memberikan reward kepada siswa yang hafal dengan lancar dan menulis dengan rapi dan benar.



5 Menit







60 Menit








5 Menit



                           

3.

Pertemuan III:
Pendahuluan
    - Memberikan motivasi betapa pentingnya belajar al  
      Qur’an. Apalagi sampai mengerti betul maknanya.
    - Guru mengajak siswa membacakan kembali secara bersama-sama bacaan surat al Adiyat dan  al Insyiraah yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

Kegiatan Inti
Ø  Siswa mengamati  penjelasan tenang kandungan surat al Adiyat dan al Insyiraah dengan benar (Eksplorasi)
Ø  Siswa menanggapi penjelasan yang disampaikan guru ((Elaborasi)
Ø  Siswa secara bersama-sama melafalkan bacaan surat al Adiyal dan al Insyiraah yang telah dihafalnya (Elaborasi)
Ø  Siswa secara acak ditunjuk untuk melafalkan surat al Adiyat dan  al Insyiraah secara benar (Elaborasi).
Ø  Guru membacakan potongan salah satu ayat surat al Adiyat  dan al Insyiraah kemudian siswa melanjutkannya.
Ø  Siswa menuliskan salah satu ayat dari surat al Adiyat atau al Insyiraah dengan huruf kaligrafi  

Kegiatan Penutup
Ø  Refleksi: Mengadakan tanya jawab tentang materi yang telah dipelajari.
Ø  Guru memberikan reward kepada siswa yang telah menulis kaligrafi dengan rapi dan benar.




5 Menit







60 Menit











5 Menit




Media dan Sumber Belajar

a.       Media                       : Al Qur’an, Buku Paket
b.      Sumber Belajar      : Masjid, Halaman Sekolah

Penilaian
1. Teknik                    : Tes

            2. Bentuk Instrumen              :  Tes Tertulis dan Performan

            3. Instrumen              : Alat Test,

Tes Kinerja/performan 
Rubrik penilaian membaca surat pendek
Hafalkan  surat al Adiyat dengan fasih dan tartil, lancar, benar ! 11 ayat
Hafalkan surat  al Insyiraah dengan fasih dan tartil, lancar, dan benar!  8 ayat

Rubrik menghafal  Surat al Adiyat dan  surat  al Insyiraah
                No.
Aspek
Indikator
Skor
1
Kelengkapan ayat  surat al Adiyat dan  surat  al Insyiraah yang dihafal
         

Peserta didik menghafal lengkap kedua surat   
4
Peserta didik  menghafal lengkap 1 surat satunya belum lengkap 
3
Peserta didik  menghafal sebagian besar kedua surat  (lebih 80% ayat)
2


Peserta didik menghafal sebagian kecil  kedua surat 
1


Peserta didik tidak hafal kedua surat
0
2
Kelancaran
Peserta didik menghafal dengan lancar kedua surat   
3
Peserta didik menghafal dengan lancar salah satu surat   
2
Peserta didik menghafal aga lancar pada  kedua surat   
1


Peserta didik menghafal  sangat tidak lancar untuk kedua surat   
0
3
Ketepatan  pelafalan dan tajwid
Peserta didik menghafal dengan pelafalan dan tajwid yang tepat untuk  kedua surat   
2


Peserta didik menghafal dengan ada sedikit  kesalahan pelafalan dan tajwid  pada  kedua surat
1
Peserta didik menghafal dengan banyak kesalahan  pelafalan dan tajwid pada  kedua surat
0
4
Penampilan
berani dan percaya diri
1
Kurang  percaya diri/grogi
0



Skor maksimal
10


Penghitungan nilai dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:

Perolehan Skor



tes kinerja =
---------------
X
Skor Ideal (100)
=   .  .  .

 

AleXa Rank

pak-boedi.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

IP Adrress....KaMu...

ip-location

Protected by News3Best

Get this widget

boedis@2012. Powered by Blogger.

Adsense

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger