Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi

Thursday, 23 August 2012

OSCAAR THE CELEBRATING THE COMING MAHASISWA BARU IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

Students acting like cheerleaders when the name of their faculty mentioned, new students being bullied by other students.alt

At first I didn’t expect to find such behavior towards new students at an Islamic institute. Not being familiar with it in the Netherlands, I was actually shocked to find such ceremonies at an Indonesian Islamic institute. So, what is the Oscaar actually? This is a ‘warm’ welcome to the new students organized by the students committees of the faculties. The institute itself does not interferewith it. It is about introducing the faculty and the IAIN to the new students. Special performances, such as the Pencak Silat, recital of the Qur’an and music, are being organized for the freshmen. A week before the first semester of the year,  the mahasiswa baru are asked to   come to the campus to participate in the celebration. Students, who refuse to attend, will be threatened by being told that if they do not attend, they will not pass their first year.


The first day started innocently by gathering on the campus and sitting in front of the older students who shouted some slogans by which the new students responded to by doing a wave and screaming excitingly. The next day the situation started to be pretty bad for the new students. You could see the new students being verbally attacked and they were running all over the campus. The students were wear black and white clothing, on which it is written ‘Oscaar 2011’. At one instance I saw the students being lined up and passing some stools and tables. I do not know whether it had a purpose or not, but judging on the faces of the mahasiswa baru, they did not really seem to like it, while the older students were looking at them with a grin or their faces.  At the Faculty of Shari’ah (Islamic law) the students were even asked to wear a duncap. It was clear to me that they were being ridiculed by the older students. Though the students are being given time to pray at the mosque of the campus, afterwards they will have to hurry to return to the faculty. ‘Cepat-cepat (hurry)!’, is being shouted at them by the older students.

I actually asked some friends of mine whether they enjoy the Oscaar or not. Basically some said they do enjoy it, but it is tiresome to put on an ugly face constantly. ‘At the end of the year we will be nice to them.’ When I asked the opinion of some professors, some admitted that they are not really fond of this practice. But it is something they have experienced themselves during their study years. ‘The minds of the students haven’t changed, hence this practice still continue to this very day.’


Now, where does this ritual originate from? A professor of the faculty of Dakwah told me this ritual originates from the colonial period, when the Dutch were still present in Indonesia. So they took this ceremony ritual from the Dutch people. Although the Oscaar isn’t present among the Dutch students anymore, one could still say this ritual carries on when a student wants to have access at a student association. Some students have to pass the ‘ontgroening’, a test by the association for the new members. Some would do crazy things like spending time with a slug for one day at the capital of Netherlands, Amsterdam. Other students have to stay in the bar for several days.


Though this practice is starting to extinct in the Netherlands, the students at the IAIN still have to survive until hari Jum’at, Friday, when they will be given freedom and can start their study on the next week, when their first semester will start.

Monday, 13 August 2012

OSPEK MAHASISWA BARU (Inagurasi, Jangan Disalahmanfaatkan)


Inagurasi mungkin menjadi istilah baru yang paling santer di tahun pertama perkuliahan. Istilah yang sangat mengesankan bagi mahasiswa baru. Banyak sebutan yang biasa dipakai untuk kegiatan ini. Disebut juga Ospek, study tour, kuliah lapangan, malam ramah tamah, malam keakraban, malam perkenalan, dan bla-bla. Inagurasi atau Ospek berbeda loh dengan PAMB (Pembekalan Awal Mahasiswa Baru).
PAMB merupakan acara resmi dalam penyambutan mahasiswa-mahasiswa baru tingkat universitas atau perguruan tinggi, sedangkan inagurasi merupakan pengenalan senioran dan lingkungan jurusannya kepada junior. Biasanya diadakan sebulan setelah perkuliahan aktif. Namanya juga sudah malam keakraban, yah ini sebagai momentum bagi senior dengan sesama junior saling mengakrabkan diri mengingat mereka sudah satu kelurga atas nama jurusan.

Momen ini sepertinya sudah menjadi tradisi dari tahun ke tahun. Alumni juga tidak ketinggalan di sini, biasanya mereka juga diundang. Inagurasi tidak sebatas perkenalan antar senior dengan junior saja, tetapi juga lingkungan kampus, dosen-dosen, dan jurusan mereka. Event untuk membangun solidaritas antar mahasiswa juga sebagai pelatihan mental melalui pendekatan alam. Event seperti ini sangat dinanti-nanti semua senioran di kampus-kampus, dan persiapannya pun dijauh-jauh hari bahkan sebelum daftar para calon-calon mahasiswa baru itu diumumkan.

Sahabat Belia mungkin kebingungan, jika di kampus belum mengadakan inagurasi. Bagaimana ini? Benarkah begitu? Haruskah aku ikut? Wajib gak ini? Pentingkah buatku? Sejuta pertanyaan akan muncul. Wah, Inagurasi itu gimana sih kak senior?

Inagurasi adalah semacam kegiatan pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Konsepnya pun berbeda disetiap jurusan di setiap kampusnya. Tempatnya ada yang di lingkungan kampus maupun di luar kampus seperti terjun kealam tergantung konsepnya bagaimana. Kegiatan seperti ini memang (sepenuhnya) tanggung jawab jurusan, semenjak adanya otonomi jurusan yang diberlakukan oleh universitas. Jurusanlah yang mengonsep dan menjadwalkan kegiatan ini, senioran hanya sebagai pelaksana. Ichsan Syuhada Matondang, Alumni pendidikan sejarah 2004 dan SEMA FIS Unimed 2006-2008, panitia Inagurasi tahun 2006-2007 ini mengatakan inagurasi itu perkenalan dasar mahasiswa baru kelingkungan kampus. Semacam adaptasi dari dunia sekolah ke dunia kampus. Kegiatannya bukan hanya sekadar perkenalan senioran dan junior, ramah-tamah dan games, tetapi juga beberapa materi, seperti Pendidikan Karakter. Mahasiswa baru itu harus diperkenalkan dengan dunia kampus yang kompetitif. Dunia kampus bukan seperti dunia sekolah. Dunia kampus itu keras, mereka dituntut harus mandiri tetapi berjiwa sosial tinggi bahwa mereka telah masuk kedalam keluarga besar jurusannya masing-masing. Secara otomatis mereka harus mengenal apa dan bagaimana jurusannya, siapa saja mereka maksudnya senior, alumni, dosen, ketua jurusan, dekan, pembantu dekan, badan eksekutif, dan lain sebagainya.
Melalui kegiatan inagurasi inilah kedekatan emosianal dan kekeluargaan itu dibangun. It’s so simple.

Kegiatan inagurasi tidak hanya sebatas games doank, ada juga beberapa materi yang disampaikan. Para alumni akan menyampaikan beberapa pengalamannya tentunya di bidang akademis selama menjadi mahasiswa. Pengenalan beberapa organisasi kampus yang dapat menunjang kreativitas mahasiswa. Pada metode ini junior diajak berdiskusi tentang apa kegelisahan mereka ketika pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus. Mungkin ada didapati kejanggalan-kejanggalan ketika memasuki dunia universitas, realita kampus tidak seperti yang dibayangkan ketika dibangku sekolah. Mahasiswa baru akan merasa menjadi lebih akrab lagi secara emosional sehingga senior tidak hanya sebagai kakak stambuk saja, tetapi juga bisa sebagai pengayom bagi mereka.

Bukan Perpeloncoan
Nah, bagaimana pandangan mengenai masyarakat tentang hal ini khususnya bagi orangtua? Asumsi masyarakat inagurasi adalah ajang perpeloncoan, penindasan, intimidasi, dan kekerasaan. Banyak peristiwa belakangan ini yang menjadi permasalahan antar pihak birokrasi dengan masyarkat. Kasus-kasus yang memakan korban, seakan menjadi pencitraan dari proses inagurasi itu. Berdasarkan itu juga sehingga kegiatan ospek dilarang. Mengapa hal itu bisa terjadi? Dari berbagai sumber, kegiatan ini dianggap sebagai ajang balas dendam senioran yang dulu juga menjadi korban para seniornya. Di sinilah tugas utama jurusan khususnya senior pelaksana sebagai bentuk pertanggung jawaban atas kegiatan tersebut. Inagurasi itu tidak salah, hanya saja ada beberapa oknum yang dengan sengaja menyalahgunakan praktek dari Innagurasi itu.
Kepanitian harus jeli melihat oknum-oknum yang tidak sepaham dengan tujuan Innagurasi yang sebenarnya itu. Namun kenyataannya tidak yang seperti diharapkan, bukannya memikirkan solusinya, pihak Perguruan Tinggi melalui Departemen Pendidikan malah “mengharamkan” inagurasi. Walaupun demikian masih banyak praktik-praktik inagurasi dilaksanakan setiap tahunnya. Ada yang atas persetujuan jurusan dan ada yang “ilegal”.

Baik buruknya kegiatan tersebut semua tergantung bagaimana opini masyarakat. Praktiknya mungkin telah disalahartikan oleh pihak-pihak tertentu. Agar tidak terjadi konflik antarsenior dengan junior dan dengan masyarakat, selaku panitia atau senior pelaksana selalu terbuka terhadap konsep acaranya. Sehingga tidak terjadi kekeliruan persepsi. Dengan begitu tidak ada lagi kesalahpahaman antara orangtua mahasiswa baru dengan para senior panitia. Hal ini untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan dan meminimalis ketakutan orangtua terhadap anak-anak mereka. Pada kondisi seperti ini, tanggung jawab seluruh kegiatan memang pada kami, tapi apa yang harus ditakuti toh konsep kegiatannya sudah jelas dan tidak ada komplain dari peserta inagurasi.

AleXa Rank

pak-boedi.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

IP Adrress....KaMu...

ip-location

Protected by News3Best

Get this widget

boedis@2012. Powered by Blogger.

Adsense

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger