Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi

Wednesday, 18 July 2012

KKN PAR IAIN SUNAN AMPEL

Prof. Dr. Nur Syam, M.Si:


KULIAH KERJA NYATA TRANSFORMATIF

Saya sangat mengapresiasi terhadap model-model baru yang digunakan dalam rangka untuk pengembangan kualitas akademik maupun non akademik yang dilakukan oleh seluruh komponen dari IAIN Sunan Ampel. Semua inovasi hakikatnya adalah usaha yang dilakukan dalam kerangka pengembangan institusi dari berbagai aspeknya.
Makanya ketika LPM dengan segala perangkatnya telah mengembangkan KKN transformatif hingga berkembang seperti sekarang adalah sebuah produk yang harus diapresiasi. Salah satu yang sangat mendasar dari pengembangan KKN di IAIN SA adalah dengan dikembangkannya ke arah yang lebih aplikabel dan sesuai dengan tuntutan pengembangan masyarakat.
Kita tentu sangat beruntung, bahwa sebagai lembaga pendidikan tinggi kita memiliki tridarma perguruan tinggi. Yaitu darma pendidikan dan pengajaran, darma penelitian dan pengabdian masyarakat. Melalui tridarma perguruan tinggi ini, maka secara sistemik bahwa dunia pendidikan tinggi memiliki sistem pendidikan yang memadukan antara dunia akademis dan riset di satu sisi dengan dunia pembangunan atau pengembangan masyarakat di sisi lain. Jadi sesungguhnya kita memiliki sistem yang tidak kalah dengan dunia pendidikan tinggi di luar negeri yang hanya menekankan pada aspek pendidikan dan penelitian.
Melalui darma pengabdian masyarakat, maka produk akademik yang berupa teori ilmiah dan hasil riset akan dapat didayagunakan untuk kepentingan pengembangan masyarakat. Bukankah banyak hasil penelitian terapan atau developmental research yang dapat didayagunakan sebagai konsep atau strategi di dalam pemberdayaan masyarakat. Ada banyak penelitian tentang model pengembangan pendidikan yang aplikatif yang dapat digunakan untuk penguatan pendidikan.
KKN transformatif mulai dikembangkan pada tahun 2003 seirama dengan semakin kuatnya program pemberdayaan masyarakat. Untuk kepentingan pengembangan KKN transformatif, maka dilakukanlah berbagai pilot project di beberapa perguruan tinggi, dan salah satunya adalah IAIN Sunan Ampel. Pasca pemberlakuannya di PTAIN, maka program ini menjadi arus utama di PTAIN. Melalui program KKN transformatif, maka semua dosen dan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN harus memahami metode Participatory Action Research (PAR). Melalui pemahaman tentang metode ini, maka diharapkan bahwa KKN bagi mahasiswa akan semakin berdaya guna.
Saya harus mengapresiasi terhadap KKN transformatif ini terkait dengan terbitnya buku Pedoman KKN Transformatif IAIN Sunan Ampel yang di dalamnya memuat tentang Laporan KKN Transformatif. Di dalam laporan yang berjudul “Dringgo: Komunitas Pejuang Air” yang ditulis dari hasil pengalaman lapangan sdr. Safinatun Najah, dkk., maka digambatkan bagaimana komunitas tersebut berhasil membangun jaringan pipanisasi air, sehingga mereka dapat mengakses air dengan mudah. Menyimak terhadap laporan Riset Aksi Partisipatoris ini, maka saya merasa sangat lega, sebab ada banyak hal yang selama ini belum terungkap secara jelas menjadi terungkap secara meyakinkan bahwa KKN Trasformatif IAIN Sunan Ampel ternyata memiliki hasil yang sangat baik, terutama dalam pemberdayaan masyarakat. Di dalam laporan tersebut digambarkan bagaimana masyarakat bekerja sama untuk membangun desa dan masyarakatnya melalui cara-cara yang sangat memadai.
Digambarkan bagaimana proses pemberdayaannya, bagaimana partisipasi dibangun, bagaimana pohon masalah harus diuraikan dengan jelas, sehingga pemecahannya akan jauh lebih memadai.
Saya mengapresiasi bagaimana mereka melakukan analisis tentang masalah secara akademis dan kemudian memecahkan masalahnya secara akurat. Saya menyatakan bahwa model yang dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat melalui KKN transformatif ternyata luar biasa.
Oleh karena itu, saya berpandangan bahwa KKN yang didesain dengan sangat baik dan menggunakan metode yang sangat tepat, maka akan dapat menjadi medium yang sangat memadai untuk pengembangan masyarakat.
Wallahu a’lam bi al shawab.

Thursday, 12 July 2012

GAK LULUS SNMPTN 2012 ,...AMBILAH ..HIKMAHNYA...


Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan jalur yang paling banyak diambil oleh siswa setelah lulus dari SMA. Untuk menembus perguruan tinggi negeri memang diperlukan kerja keras. Jalan satu-satunya yaitu dengan belajar ekstra. Sulit rasanya untuk kita menjawab soal apabila tidak melakukan banyak latihan menjawab soal yang mirip.
Sebanyak 618.804 peserta SNMPTN 2012 yang bersaing untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri. Pasalnya siswa harus memperebutkan 106.363 kursi di perguruan tinggi negeri. Total pendaftar ujian SNMPTN ini meningkat 14 % dari tahun sebelumnya. Pada 2011 total pendaftar sebanyak 540.953, sedangkan tahun 2012 ini meningkat menjadi 618.804 peserta. Yang terdiri dari 570.771 pendaftar regular dan 48.032 pendaftar beasiswa bidik misi. Perguruan tinggi negeri yang berpartisipasi dalam SNMPTN sebanyak 61 PTN dengan 2.340 program studi. Yakni 54 PTN dari Kemendikbud dengan 2.123 program studi dan tujuh PTN di bawah Kementrian Agama dengan 217 program studi. (www.bisnis.com, 6 Juli 2012).

Kali ini penulis sangat mengapresiasi siswa yang berhasil dalam mengikuti jalur SNMPTN 2012 dan dinyatakan lulus masuk perguruan tinggi negeri yang ada di seluruh Indonesia. Namun di antara ribuan orang hanya beberapa persennya saja yang diterima. Hal ini karena memang daya tampung perguruan tinggi negeri dibatasi dan tidak sembarang orang yang bisa masuk ke sana.

"Bagi yang tidak lolos bukan berarti pendidikan telah berakhir, yang penting tidak boleh putus asa, masih ada jalur lain yang bisa ditempuh untuk melanjutkan pendidikan" kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohamad Nuh seusai menghadiri raker postur anggaran pendidikan di DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin 25/6 lalu. (Okezone.com, 25 Juni 2012).

Untuk di Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (UNIMED) menjadi tujuan peserta SNMPTN. Seluruh siswa dari berbagai daerah berebut untuk mendapatkan kesempatan kuliah di perguruan tinggi negeri tersebut. Maka seluruh siswa berkompetisi dalam ujian SNMPTN.

Namun ketika pengumuman itu dilihat oleh seluruh peserta yang mengikuti SNMPTN banyak sekali yang merasa kecewa karena tidak lulus. Hal itu jangan dijadikan boomerang bagi diri sendiri. Jadikanlah itu pelajaran yang sangat berharga dalam proses pembelajaran. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan berarti itu belum rezeki bagi kita. Dan pastinya akan ada jalan lain yang bisa membuat kita menjadi orang sukses.

Belajar bisa di mana saja, tidak peduli waktu dan tempatnya. Kalau kita tidak lulus di perguruan tinggi negeri kita bisa masuk ke perguruan tinggi swasta. Karena pada dasarnya perguruan tinggi manapun memiliki tingkat kualitas dan kuantitas mahasiswanya. Banyak tempat untuk berkuliah, dimanapun itu kalau memang serius pasti akan memperoleh hasil yang maksimal.

Kalau melihat pengumuman yang menyatakan tidak lulus pastilah semua orang kecewa. Tapi kita bisa mengambil kesimpulan terhadap hasil yang kita capai. Pertama sekali mungkin kita akan mengkoreksi diri. Apakah kita sudah benar-benar belajar dan menjawab soal dengan baik. Atau mungkin karena faktor belum rezeki untuk berkuliah di perguruan tinggi negeri. Karena pasti saja ada tanggapan dalam diri kita bahwa kita sudah maksimal.

Tumbuhkan Semangat

Tidak semua apa yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Ini terbukti dalam perjalanan siswa yang ingin masuk ke perguruan tinggi negeri namun harus mengurungkan niatnya karena tidak lulus. Semua menginginkan kelulusan dan mencicipi berkuliah di perguruan tinggi negeri apalagi itu favorit. Kesuksesan seseorang bukan dilihat dari tempat belajarnya melainkan kesungguhannya. Kalaupun lulus di perguruan tinggi negeri namun tidak ada keseriusan dalam belajar hasilnya akan hancur.

Maka untuk siapapun yang lulus ujian SNMPTN harus benar-benar menghargai kerja kerasnya dan orang tua. Orang tua memegang peranan penting dalam setiap pendidikan anaknya. Orang tua selalu ingin menjadikan anaknya terbaik di antara yang baik. Ketika sudah mendapatkan kesempatan untuk kuliah di perguruan tinggi negeri harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena banyak orang yang ingin masuk perguruan tinggi negeri namun harus mengurungkan niatnya karena tidak lulus.

Akan banyak sekali pelajaran yang didapat di bangku perkuliahan. Baik itu yang ada di kurikukulum maupun pelajaran yang tidak ada di kurikulum. Semua itu akan didapatkan apabila kita tidak menjadi mahasiswa apatis dan pragmatis. Memang seharusnya mahasiswa itu harus memiliki sikap peduli terhadap apa yang terjadi di sekitarnya.

Dan siapapun yang tidak lulus harus menghargai hasil yang telah dicapai. Apapun itu, berarti itulah kemampuan kita. Jangan patah semangat untuk belajar. Masih ada kesempatan mencoba ujian lagi di tahun mendatang. Atau tetap bekuliah namun di perguruan tinggi swasta. Jangan terlena dengan hasil yang didapat. Itulah yang selama ini ada pada diri siswa yang akan menjadi calon mahasiswa.

Semangat itu sangat penting untuk ditumbuhkan. Berbagai masalah pun tidak dapat di selesaikan kalau kita tidak ada semangat menghadapinya. Maka tumbuhkanlah semangat menjadi mahasiswa yang dapat merubah wajah negara ini. Menjadi mahasiswa harus lebih aktif dan peduli dengan apa yang terjadi. Banyak sekali yang didapat ketika sudah menjadi mahasiswa. Bukan seperti di SMA yang setiap harinya masuk pukl 07.15-14.00 dan harus berseragam.

Jangan cepat mengurungkan niat untuk berkuliah. Cari solusi secepatnya agar semua bisa berjalan dengan baik. Coba cari universitas yang mungkin bisa menjadi tempat belajar yang nyaman dan mampu mengembangkan potensi diri kita. Perjuangan itu tidak boleh berhenti begitu saja. Memang butuh pengorbanan yang besar. Tapi apabila nantinya bisa menjadikan diri kita lebih baik kenapa tidak.

Mulai sekarang cobalah mengambil kesimpulan yang positif dari apa yang didapat. Banyak jalan untuk menjadi orang sukses. Tinggal bagaimana diri kita mengatur dan memposisikannya. Kalau belajar itu bisa di mana saja dan kapan saja asal ada niat. Jangan patah semangat. Tetap saja berjalan untuk mencapai cita-cita. Saya ingat apa yang dibilang guru saya "Maksud hati hendak memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai" namun sekarang itu harus dirubah menjadi "Maksud hati hendak memeluk gunung, sedaya upaya haruslah sampai". ***
DISARIKAN DARI:
Hasil SNMPTN 2012 Jadikan Pelajaran
Oleh : Fadli Akbar Lubis.
HARIAN ANALISA

Saturday, 7 July 2012

EKSOTIKA WISATA NUSANTARA

BAJANG RATU BUKTI KEMEGAHAN MAJAPAHIT


     Gapura Bajang Ratu terletak di Dukuh Kraton, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten. Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, dengan arah hadap ke timur laut dan berada pada ketinggian ± 41,49 meter di atas permukaan air laut.
Deskripsi Bangunan 
     Gapura Bajang Ratu merupakan bangunan pintu gerbang berbentuk ‘pradakursa’ yaitu gapura berupa pintu gerbang dengan atap yang menyatu (memiliki atap). Bahan utamanya adalah batu bata, kecuali lantai tangga serta ambang pintu (bawah dan atas) gapura yang dibuat dari batu andesit. Denah bangunan berbentuk persegi empat, berukuran 11,20 x 6,7 meter, dengan tinggi 16, 10 meter, mempunyai lorong masuk keluar dengan lebar 1,40 meter. Secara keseluruhan, Gapura Bajang Ratu terdiri dari bagian induk dengan struktur kaki, tubuh dan atap. Selain itu, Gapura Bajang Ratu mempunyai sayap dan pagar tembok di kedua sisinya yang bagian-bagiannya dihiasi relief-relief.
 
Fragmen Relief Sri Tanjung
      Pada sudut-sudut kaki gapura masing-masing terdapat panel-panel yang pada bagian depannya dihiasi dengan relief fragmen cerita Sri Tanjung  (keadaannya sudah nampak aus dan ada juga yang sengaja dirusak).
 
Relief panel pertama
Hiasan pada panel pertama (secara samar-samar) berupa dua orang berdiri dikelilingi oleh sulur-sulur diduga merupakan penggambaran seorang pria dan wanita (Sidapaksa dan Sri Tanjung.).
 
Relief panel kedua
     Panel kedua terdapat penggambaran ikan yang pada bagian atasnya terdapat hiasan menyerupai bonggol rumput di tengah riak air. Ada yang beranggapan relief tersebut adalah hewan kalajengking yang berkaki enam dengan sengatnya (namun, penelusuran Tim Wacana Nusantara akan mitologi Hindu khususnya, hewan kalajengking tidak terdapat dalam mitologi Hindu).
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image008.jpg
Relief panel ketiga
      Pada panel ketiga digambarkan seorang wanita mengendarai ikan yang dipahatkan serupa dengan relief sebelumnya (panel kedua).
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image010.jpg 
Relief panel keempat
     Relief pada panel keempat menggambarkan seorang wanita dengan posisi menoleh ke belakang, sumber yang kami dapatkan memberikan penjelasan bahwa pahatan pada relief ini adalah bagian dimana Sri Tanjung setelah sampai ke alam baka.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image012.jpg 
Fragmen Relief pada Sayap Kiri                          
 Fragmen Relief pada Sayap Kanan
Fragmen Relief Ramayana Pada Sayap Gapura
      Pada sayap gapura terdapat penampil berhiaskan relief fragmen Ramayana, menggambarkan dua orang yang sedang berkelahi. Salah seorang di antaranya menderita kekalahan badannya diinjak oleh musuhnya yang berbentuk seekor kera. Pihak yang kalah berbadan besar dan berkepala raksasa.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image014.jpg
Pintu Gapura Bajang Ratu    
     Bingkai di kiri-kanan pintu masuk berdiri pahatan berupa binatang bertelinga panjang dengan ekor berbentuk sulur gulung naik ke atas. Sulur gulung ini pun tidak selesai di pahat. Sebagian besar bingkai masih polos atau diberi goresan rancangan. Di atas lantai dipahatkan sepasang umpak dengan dua buah lubang bekas engsel pintu yang daun pintunya membuka ke dalam.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image016.jpg
     Penampil-penampil gapura dihias dengan pelipit bawah, pelipit tengah dan pelipit atas masing-masing diukir dengan rangkaian bunga atau hiasan belah ketupat panjang, ada beberapa pelipit yang belum rampung ukirannya.
      Bagian atap  banyak dihiasi dengan pahatan-pahatan kecil sehingga nampak indah dan unik, setiap dua lapis atap diselingi oleh deretan menara yang pejal dan bersambung dengan tingkat atap berikutnya. Hiasan menara ini berjumlah tiga tingkat. Dua lapisan atap yang terbawah tidak berhias atau mungkin telah rusak.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image017.jpg
Dua lapis ke dua masing-masing berhiaskan:
§ Kepala kala di tengah dengan sepasang taring yang panjang yang mirip dengan sepasang duri seperti pipi kala Candi Jago.
§ Relief matahari memancarkan sinar.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image019.jpg 
Fragmen Kepala Kala
      Sisi kiri maupun sisi kanan kepala kala diapit oleh dua ekor binatang yang berdiri berhadapan, tetapi mempunyai sebuah kepala saja berupa kala. Relief serupa ini kita dapatkan pula pada Candi Jago. Sistem pahatan berupa binatang atau makhluk lainnya yang digambarkan berhadapan ke arah pusat.
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image021.jpg 
Bagian Atap Gapura Bajang Ratu
- Relief Matahari Memancarkan Sinar. 
      Matahari ini merupakan perubahan bentuk dari kepala kala. Pada lapis atau ketiga berhiaskan relief kepala atau mungkin kepala garuda yang dipahat miring. Relief ini terdapat di bagian tengah maupun sudut-sudut atas. Kepala-kepala kala yang di tengah diapit oleh sepasang binatang seperti motif yang terdapat pada Candi Panataran.
      Dua lapis atas keempat berhiaskan bentuk menyerupai siput yang bulat, baik di tengah maupun di sudut atap. Hiasan pada tingkat atap di bawah puncak atap berupa hiasan geometris dan kelopak bunga, sedangkan puncak atap sendiri diberi hiasan seperti bonggol.

Bajang Ratu dalam Sejarah
     Bajang Ratu diperkirakan dibangun sekitar abad ke-13 s/d abad ke-14 Masehi. Nama Bajang Ratu pertama kali terdapat dalam Oudheidkundig Versalag (OV) tahun 1915, yang menyebutkan bahwa bangunan tersebut telah diperbaiki dengan penguatan pada bagian sudut dengan cara mengisi spesi dari campuran PC dan pasir halus pada nat-nat yang renggang. Jauh sebelum itu, masyarakat sekitar Trowulan telah menyebutnya demikian. Bajang berarti kecil/kerdil, sama halnya dengan kata
 Pabajangan yang berarti kuburan anak kecil.
     Menurut tutur penduduk setempat, Gapura Bajang Ratu merupakan bangunan yang dibangun untuk mengenang Jayanegara sebagai Putera Mahkota Majapahit yang semasa dalam kandungan beliau sudah dinobatkan menjadi
 Kumaraja (Raja Muda). Pendapat lain menyebutkan bahwa Gapura Bajang Ratu dibangun untuk mengenang seorang putera mahkota Majapahit yang semasa dalam kandungan sudah menjadi Raja (ditetapkan menjadi Raja Pengganti) akan tetapi bayi mahkota tersebut kemudian meninggal saat dilahirkan dan gagal menjadi Raja (Ratu). 
      Dalam Pararaton dijelaskan bahwa Jayanegara wafat pada tahun 1328 M. Teks itu berbunyi:
 “sira dhinarmeng Kapopongan, bhisekering cranggapura, pratistaning antawulan.”  Kata cranggapura dalam Pararaton diperkirakan sama dengan Cri Ranggapura dalam Nagarakertagama, sedangan Antarwulan(Trowulan) sama dengan Antarisasi. Dengan demikian, Atas dasar ini maka dapat dikatakan bahwadharma (tempat suci) Raja Jayanegara berada di Kapopongan alias Cranggapura atau Cri Ranggapura.Pratistanya (bangunan suci) berada di Antarwulan/Antarisasi atau Trowulan.
      Jayanegara (
Kalagement) adalah Raja Majapahit yang memerintah antara tahun 1309-1328 M. Ia adalah anak dari Kertarajasa dengan Dyah Sri Tribhuwaneswari. Di dalam Prasasti Taharu yang berangka tahun 1245 Caka (1323 M), Jayanegara disebtukan dengan nama gelas Cri Sundara Pandyadewadhiswara. Pada waktu ayahnya masih memerintah yakni pada tahun 1218 S (1296 M), ia sudah dinobatkan sebagai Raja Muda (Kumararaja) dengan nama Abhiseka Sri Jayanegara. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan nama Bajang Ratu, yaitu dinobatkan tatkala masih “bajang” sehingga jelas menjadi Ratu (Raja) sewaktu masih ‘bajang’ atau Ratu Bajang dan atau Bajang Ratu menjadi sebutan yang melekat padanya.
    Dapat disimpulkan berkenaan dengan uraian di atas, fungsi Gapura Bajang Ratu diduga sebagai pintu masuk ke sebuah bangunan suci (memperingati wafatnya Jayanegara) yang dalam Negarakretagama disebutkan kembali ke dunia Wisnu. Dugaan tersebut mengarah kepada relief Fragmen Sri Tanjung dan relief fragmen Ramayana yang mempunyai rangkaian arti sebagai lambang pelepasan/kematian.
Pemugaran
http://nusol.gameseru.co.id/images/ensiklopedia/clip_image023.jpg
   Gapura Bajang Ratu telah dipugar sejak 1985/1986 sampai dengan 1991/1992. Pemugarannya merupakan bagian dari kegiatan besar proyek pemugaran/pemeliharaan bekas ibukota Majapahit di Trowulan



Friday, 6 July 2012

KULIAH PTN TIDAK HARUS MAHAL........ IAIN SUNAN AMPEL ADALAH PILIHAN SMART DENGAN BIAYA HEMAT


IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

MENGAPA MEMILIH IAIN SUNAN AMPEL

 Biaya Studi terjangkau
 Dosen berkualitas dan profesional
 Kelas dengan jumlah mahasiswa yang kecil
 Perpustakaan dengan koleksi buku lengkap dan nyaman
 Laboratorium lengkap
 Lokasi strategis dan mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum
 Seluruh mahasiswa diasuransikan
 Disediakan Pondok Pesantren Mahasiswa
 Berorientasi pada mutu/prestasi


KEUNGGULAN AKADEMIK

1. Tenaga pengajar
Hampir seluruh dosen IAIN Sunan Ampel lulusan S-2 dan S-3, dan Guru Besar. Sebagian
adalah lulusan dari perguruan tinggi luar negeri, seperti; McGill University Kanada,
University of California Los Angeles (UCLA), Jami’ah Al Azhar Kairo-Mesir, Leiden
Universitet Belanda, Leed University Inggris, Australian National University Australia, Free
University Jerman, dan dari Sudan. Sebagian lagi lulusan dalam negeri.

2. Fasilitas pendidikan
Dalam upaya melahirkan sarjana yang profesional, IAIN Sunan Ampel melengkapi sarana
pendidikan dengan berbagai laboratorium dan perpustakaan:

1. Laboratorium Micro Teaching
Laboratorium ini dilengkapi dengan perangkat elektronik termodern dan Mahasiswa
dapat memanfaatkan laboratorium ini untuk memperoleh keterampilan dalam
pembelajaran; laboratorium tersebut ada di Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin.

2. Laboratorium Bahasa
Laboratorium bahasa disediakan untuk melatih keterampilan mahasiswa memiliki
kompetensi berbahasa Inggris dan Arab. Laboratorimum ini berada pada semua
fakultas maupun pada Pusat Pengembangan Bahasa.

3. Laboratorium Bimbingan Konseling
Digunakan untuk praktek mahasiswa dalam mendiagnosa, mengidentifikasi dan
memecahkan problem-problem belajar yang dialami oleh mahasiswa dan siswa pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah.

4. Laboratorium MIPA
Digunakan sebagai sarana untuk praktik mahasiswa dalam bidang matematika dan
ilmu pengetahuan alam.

5. Laboratorium Bank Mini Syariah
Digunakan untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang perbankan syariah. Praktik
perbankan syariah ini melalui dua tahap, yaitu Individual Workshop, memberi
pengetahuan melalui modul-modul pengoperasian bisnis perbankan syariah. Role play
memberi keterampilan praktis dalam suatu “Integrated Banking Activity” didesain
sebagaimana sebuah bank syariah.

6. Laboratorium (Konsultasi dan) Bantuan Hukum
Laboratorium ini digunakan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan di
bidang hukum dan penerapannya secara praktis-operasional dalam kehidupan
masyarakat. Di samping itu ia juga digunakan sebagai sarana praktikum mahasiswa
dan melaksanakan konsultasi dan bantuan hukum kepada masyarakat sebagai
realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dharma pengabdian kepada
masyarakat.

7. Laboratorium Audio Visual
Digunakan sebagai sarana pembelajaran dan praktikum mata kuliah yang berkaitan
dengan broadcasting.

8. Laboratorium Desain grafis dan Animasi
Disiapkan sebagai sarana untuk praktikum yang berkaitan dengan mata kuliah desain
grafis dan jurnalistik

9. Laboratorium Televisi Dakwah (Dtv)
Merupakan sarana aplikasi bagi mahasiswa untuk menampilkan produk yang telah
dibuat di laboratorium audio visual maupun laboratorium desain grafis dan animasi.

10. Laboratorium Studio Siaran Radio
Disediakan untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang penyiaran keagamaan,
praktik penyiaran melalui 2 studio yang dilengkapi dengan peralatan penyiaran yang
layak sebagaimana radio siaran profesional.

11. Laboratorium Psikodiagnostik
Bertujuan memberikan kompetensi kepada mahasiswa dalam melakukan diagnostik
dengan menggunakan berbagai macam alat tes psikologi yang tersedia.

12. Laboratorium Eksperimen
Bertujuan memberikan kompetensi kepada mahasiswa dalam melakukan diagnostic
dengan berbagai macam alat tes psikologi eksperimen.

13. Laboratorium Micro Preaching
Digunakan untuk praktikum Retorika Dakwah dan Talk Show Dakwah. Laboratorium ini
ada di Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah
14. Laboratorium Entrepreneurship
Didesain sebagai wahana pengasahan talenta tentang praktik kewirausahaan sehingga
diharapkan bisa memupuk jiwa kemandirian dan keuletan mahasiswa sebagai bekal
awal untuk menjadi entrepreneur yang sukses dan beretika di dunia usaha.

15. Laboratorium Sejarah dan Peradaban Islam
Digunakan sebagai praktikum mata kuliah arkheologi, Filologi, Arsitektur Islam, dan
sarana pembelajaran untuk melihat pola perilaku dan hasil-hasil kebudayaan serta hasil
aktualitas manusia.
16. Laboratorium Mikro Konseling
Digunakan untuk praktikum dalam meningkatkan wawasan konseling secara
komprehensif dan sebagai pengenalan dan pengembangan inventori (teknik-teknik tes
dan non tes) sebagai alat bantu pelaksanaan konseling dalam meningkatkan
kemampuan profesi konseling di bidang Bimbingan Konseling Islam secara
professional.
17. Laboratorium Jurusan Tafsir Hadis
Digunakan untuk pengembangan life skill mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis melalui kitab
digital, kitab electronic dan audio visual.

18. Perpustakaan
Koleksi terlengkap dan terautomasi dengan manajemen dan sistem layanan terbuka
berbasis CDS/ISIS (Computerized Documentation Service/Integreted Set of
Information Systems) yang selalu diupgrade mengikuti perkembangan, pemustaka
dapat memilih dan mengambil sendiri bahan pustaka yang diinginkan melalui OPAC
(Online Public Access Catalogue) pada 12 unit komputer yang tersedia memudahkan
pemustaka memperoleh layanan yang cepat, tepat dan akurat. Didukung oleh + 22.600
judul/89.084 eksemplar buku yang telah terautomasi menjadikan Perpustakaan IAIN
Sunan Ampel sebagai Perpustakaan PTAIN terbesar di wilayah Indonesia Timur.
Informasi Koleksi perpustakaan dapat diakses melalui; library.sunan-ampel.ac.id /
catalog.sunan-ampel.ic.id / digilip.sunan-ampel.ic.id


19. Pusat Pengembangan Bahasa (P2B)
Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) merupakan lembaga yang mengembangkan
kompetensi mahasiswa berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Sejak berdiri pada tahun
1991 telah berhasil mengantarkan mahasiswa mampu bersaing dalam mendapatkan
beasiswa studi ke luar negeri: Australia, Inggris, Kanada, Amerika, Mesir, Kairo dan
dalam negeri (Indonesia).


PEMBINAAN MAHASISWA

Untuk mendukung tercapainya kualitas lulusan, mahasiswa dibina secara terpadu di berbagai
wadah organisasi kemahasiswaan yang siap menampung pengembangan moral/akhlak,
bakat, minat, penalaran, kepemimpinan dan kreativitas mahasiswa dengan dilengkapi
berbagai sarana dan prasarana yang memadai.

Organisasi Kemahasiswaan

MUSEMA (Musyawarah Senat Mahasiswa)
DEMA (Dewan Mahasiswa)
SEMAFA (Senat Mahasiswa Fakultas)
HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan)
HIMAPRODI (Himpunan Mahasiswa Program Studi)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

 Unit Kegiatan Khusus Pramuka
 Unit Kegiatan Khusus Resimen Mahasiswa (MENWA)
 Unit Kegiatan Olah Raga (UKOR) Mahasiswa
 Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya (UKMSB)
 Unit Kegiatan Pengembangan Intelektual (UKPI) Mahasiswa
 Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Sunan Ampel (MAPALSA)
 Unit Kegiatan Ikatan Qori-Qori’ah Mahasiswa (IQMA)
 Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa (SOLIDARITAS)
 Unit Kegiatan Pencak Silat (UKPS) Mahasiswa
 Unit Kegiatan Mahasiswa Paduan Suara
 Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Tahfidzul Qur’an (UPTQ)


Beasiswa

Untuk memotivasi mahasiswa berprestasi, IAIN Sunan Ampel bekerja sama dengan berbagai
instansi dan lembaga swasta agar mahasiswa dapat memperoleh beasiswa.
 Beasiswa Supersemar
 Beasiswa PT. Djarum
 Beasiswa Bank Indonesia
 Beasiswa Proyek Peningkatan PTAI (IAIN Sunan Ampel)
 Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama RI
 Beasiswa BIDIK MISI (Beasiswa Pendidikan bagi Calon Mahasiswa Berprestasi dari
Keluarga Kurang Mampu) Kementerian Pendidikan RI



DESKRIPSI PROGRAM PENDIDIKAN

FAKULTAS ADAB (Sastra dan Humaniora)

1. Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA)
Menghasilkan Sarjana Muslim ahli dalam bidang Bahasa dan Sastra Arab, ahli dalam
menggali dan mengembangkan nilai-nilai khasanah keislaman, mahir berkomunikasi
dengan bahasa Arab, dan trampil menerjemahkan serta siap menjadi juru bicara dan duta
untuk negara-negara Timur Tengah.

2. Jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI)
Menghasilkan Sarjana Muslim ahli di bidang Sejarah dan Peradaban Islam, trampil
menulis dan mengajar Sejarah, serta mempunyai kepedulian untuk memelihara dan
mengembangkan kebudayaan Islam.

3. Program Studi Sastra Inggris (SI)
Jurusan ini didesain agar bisa menghasilkan Sarjana Muslim yang ahli dalam bidang
Sastra Inggris, mahir berkomunikasi dengan bahasa Inggris, trampil menerjemahkan teksteks

Asing dan berpeluang besar untuk bersaing di dunia kerja serta siap menjadi juru
bicara dan duta untuk negara-negara Asing.


FAKULTAS DAKWAH (Ilmu Sosial dan Komunikasi)

1. Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Konsentrasi: Retorika Dakwah, Media Cetak Dakwah, Radio-TV Dakwah.
Menghasilkan Sarjana Sosial Islam yang memiliki kompetensi akademik dan profesional di
bidang Retorika Dakwah, Media Cetak Dakwah, Radio-TV Dakwah.

2. Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI)
Konsentrasi: Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Pengembangan Wilayah Permukiman
dan Kesehatan Lingkungan serta Pemberdayaan komunitas khusus.
Menghasilkan Sarjana Sosial Islam yang memiliki kompetensi di bidang Pengembangan
Ekonomi Kerakyatan, Pengembangan Permukiman dan kesehatan Lingkungan dan
pemberdayaan Komunitas Khusus.

3. Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI)
Konsentrasi: Konseling Agama, Konseling Keluarga, dan Konseling Karier.
Menghasilkan Sarjana Dakwah/Sosial yang akhli di bidang Bimbingan konseling Islam
yang memiliki kemampuan konseptual dalam memahami problematika konseling,
konseptual dan praktis Bimbingan Konseling Islam, pengelolaan dan evaluasi program
bimbingan konseling Islam dan mengembangkan profesionalitas sebagai Penyuluh
Agama/Konselor Islam secara berkelanjutan.

4. Jurusan Manajemen Dakwah (MD)
Konsentrasi: Manajemen Kelembagaan Islam, Manajemen Kewirausahaan Islam.
Menghasilkan Sarjana kompetensi unggul di bidang entrepreneurship dan manajemen
kontemporer sehingga mampu melakukan analisa dan pengelolaan lembaga-lembaga
Islam non-profit serta lembaga-lembaga akseleratif yang berorientasi bisnis.

5. Program Studi Sosiologi (SOS)
Konsentrasi: Sosiologi Agama.
Menghasilkan Sarjana Sosial yang berwawasan Islam yang memiliki kompetensi akademik
dan profesional di bidang Sosiologi serta mampu berpikir konseptual dan analitis terhadap
kehidupan sosial keagamaan.

6. Program Studi Ilmu Komunikasi (KOM)
Konsentrasi: Broadcasting, Public Relations, Advertising
Menghasilkan Sarjana Ilmu Komunikasi yang berwawasan Islam yang memiliki kompetensi
akademik dan profesional di bidang Broadcasting, Public Relations, Advertising.

7. Program Studi Psikologi (Psi.)
Konsentrasi: Psikologi Pendidikan, Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, Psikologi Sosial dan
Psikologi Industri.
Menghasilkan tenaga profesional dalam bidang psikologi yang memahami pengetahuan
dasar psikologi, berbagai macam alat pengukuran psikologi, menunjukkan kepekaan
terhadap nilai dan permasalahan biopsikososial dan moral dalam konteks Indonesia, dan
mampu melakukan integrasi konseptual psikososial dengan nilai-nilai keislaman.



FAKULTAS SYARI'AH (Hukum Islam)
1. Jurusan Ahwal al- Syakhshiyah – AS – (Hukum Keluarga Islam)
Membentuk sarjana Islam yang berkompeten untuk memangku profesi sebagai dosen
hukum Islam, hakim, dan panitera di peradilan agama, advokat di semua peradilan,
konsultan hukum keluarga Islam dan memiliki ketajaman analisis di bidang Hukum
Keluarga Islam.
2. Jurusan Muamalah – MUA – (Hukum Bisnis Islam)
Membentuk sarjana Islam yang berkompetensi untuk memangku profesi sebagai dosen
hukum Islam, hakim dan panitera di peradilan agama, advokat di semua peradilan,
konsultan hukum bisnis Islam dan memiliki ketajaman analisis di bidang hukum bisnis dan
perbankan Islam.

3. Jurusan Siyasah Jinayah – SJ – (Hukum Tatanegara dan Hukum Pidana Islam)
Membentuk sarjana Islam yang berkompeten untuk memangku profesi sebagai dosen
hukum Islam, hakim dan panitera di peradilan agama, advokat di semua peradilan, dan
memiliki ketajaman analisis di bidang Hukum Tatanegara dan Pidana Islam.

4. Program Studi Ekomomi Syari’ah – ES - (Ekonomi Syari’ah)
Membentuk sarjana Islam yang berkompetensi untuk memangku profesi sebagai pengelola
Perbankan Syari’ah dan Keuangan Syari’ah secara profesional yang disertai kemampuan
akademik konsep-konsep dasar dan teori Ekonomi Konvensional dan Ekonomi Syari’ah.


FAKULTAS TARBIYAH (Pendidikan dan Keguruan)
1. Jurusan/Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI)
Menghasilkan guru pendidikan agama Islam yang profesional pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah di sekolah (SMP, SMA, SMK) dan madrasah (MTs, MA).

2. Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
Menghasilkan guru bahasa Arab yang profesional pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah (SMP, MTs, SMU, SMK, MA) dan mampu berbahasa Arab secara pasif
(membaca kitab kuning) dan aktif, baik lisan maupun tulis.

3. Jurusan Kependidikan Islam (KI).
Menghasilkan kepala sekolah/madrasah, tenaga administrasi, konselor professional di
sekolah/madrasah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, MI, SMP, MTs,
SMU, SMK, MA). Jurusan KI mempunyai dua konsentrasi yaitu Manajemen Pendidikan
(MP) dan Bimbingan Konseling (BK).

4. Jurusan Tadris
 Program Studi Pendidikan Matematika
Menghasilkan guru pelajaran matematik yang professional pada jenjang pendidikan
(SMP, MTs, SMU, SMK, MA).
 Proram Studi Pendidikan Bahasa Inggris
Menghasilkan guru mata pelajaran bahasa Inggris yang professional pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah (SMP, MTs, SMU, SMK, MA).

5. Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
Menjadi guru pendidikan agama Islam yang profesional dan memiliki kemampuan
tambahan menjadi guru kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI)

FAKULTAS USHULUDDIN (Ilmu Al-Qur’an, Teologi dan Filsafat)
1. Jurusan Akidah Filsafat (AF)
Menghasilkan sarjana di bidang aqidah Islamiyah dan Filsafat yang memiliki kompetensi akademik
dan dapat berprofesi sebagai sepiritual terapis, wartawan, pemikir, dan peneliti dalam berbagai
aspek kehidupan sesuai dengan bidang keilmuannya.

2. Jurusan Perbandingan Agama (PA) / Studi Agama-agama
Menghasilkan sarjana muslim yang pluralis dan mampu mengisi peluang kerja di berbagai instansi
pemerintah maupun swasta terutama pada lembaga-lembaga Keagamaan di Indonesia.

3. Jurusan Tafsir Hadis (TH)
Menghasilkan sarjana ahli Tafsir dan Hadis yang memiliki sikap keagamaan yang kokoh, rasional
dan kritis dalam menghadapi tantangan zaman dan menghasilkan profesionalitas ahli Tafsir dan
Hadis yang memiliki kemampuan reseprentatif dan analitis dalam menghadapi pemikiran modern.

4. Program Studi Politik Islam (PI)
Menghasilkan sarjana yang ahli di bidang Ilmu Agama Islam dan Ilmu Politik yang memiliki
kompetensi akademik dan berprofesi wartawan, pengamat, praktisi di bidang politik serta
administrator lembaga-lembaga sosial politik.

TATA CARA PENDAFTARAN

1. Pendaftar datang ke Bank BTN Seluruh Indonesia untuk membeli formulir SPMB IAIN
(sesuai dengan Jalur Penerimaan) sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah)
Format isian blangko pembayaran:
 Jenis pembayaran diisi sesuai dengan jenis formulir (contoh : Pendaftaran SPMB IAIN
Gelombang I)
 Mengisi nama Pendaftar sesuai dengan nama yang tertera di Ijazah.
 Mengisi nomor KTP/KK/NIS (nomor induk siswa) pendaftar.
 Mengisi alamat pendaftar.
2. Peserta mendapatkan kwitansi (Kode transaksi/jurnal serta Password/PIN yang tertera di
kwitansi digunakan untuk akses dan pengisian formulir pendaftaran). Perlu diketahui PIN
bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan satu kali.
3. Formulir yang telah dibeli tidak dapat ditarik kembali atau dialihkan untuk kepentingan
selain pendaftaran SPMB Jalur Tes Gelombang I.
4. Peserta mengakses formulir pendaftaran secara on-line di www.sunan-ampel.ac.id/spmb1.
Dengan memasukkan kode transaksi/jurnal dan password/PIN yang tertera pada kwitansi
pendaftaran dari Bank BTN.
5. Peserta mencetak hasil pengisian formulir dan mencetak nomor Pendaftaran.
6. Peserta datang ke tempat pendaftaran untuk verifikasi persyaratan dan menyerahkan:
 Hasil cetak pengisian formulir.
 Fotokopi Kartu Tanda Siswa
 Pas photo foto 3 X 4 sebanyak 3 lembar.
 Untuk SPMB jalur PMDK
1. Foto copy raport kelas XI semester gasal dan genap tahun 2010/2011, dan kelas XII
semester gasal tahun 2011/2012 dengan nilai rata-rata minimal 70 atau rangking 1
sampai 5 dalam kelas, dan atau;
2. Bagi yang memiliki prestasi juara I, II dan III MTQ menyerahkan copy sertifikat juara
yang dilegalisir; atau
3. Bagi yang memiliki prestasi hafal Al Qur’an minimal 10 juz menyerahkan copy
sertifikat hafal yang telah dilegalisir.
 Untuk SPMB Jalur Tes Gelombang 1 dan 2.
Foto copy : surat keterangan hasil ujian (SKHU) dari sekolah / foto copy ijazah yang
telah dilegalisir. Untuk Lulusan paket C (dibuktikan dengan Surat Keterangan Lulus dan
foto kopi rapor tiga tahun terakhir) sedang Lulusan Pondok Pesantren (KMI, TMI, MMI)
yang telah disetarakan setingkat MA/SLTA yang dibuktikan dengan SK Penyetaraan
pada ijazah
7. Pendaftar yang memenuhi persyaratan (terverifikasi oleh panitia) nomor pendaftaran yang
telah tercetak akan disahkan oleh panitia.
8. Peserta mengikuti tes/Seleksi SPMB IAIN Sunan Ampel (khusus untuk SPMB Jalur Tes
Gelombang I dan II)
9. Pengumuman kelulusan

Waktu dan Tempat Pendaftaran

Jalur Prestasi/PMDK
1. Pendaftaran : 1 Maret - 5 April 2012 (di IAIN Sunan Ampel)
2. Pengumuman : 13 April 2012
3. Registrasi : 16 s.d 27 April 2012

Gelombang I :
Pendaftaran : 1 s.d 31 Mei 2012 (di IAIN Sunan Ampel)
Ujian Tulis dan Lisan : 19 s.d 20 Juni 2012
Pengumuman : 29 Juni 2012
Registrasi : 2 s.d 13 Juli 2012

Gelombang II :
Pendaftaran : 16 s.d 27 Juli 2012 (di Bag. Akademik Kantor Rektorat)
Ujian Tulis dan Lisan : 1 s.d 2 Agustus 2012
Pengumuman : 10 Agustus 2012
Registrasi : 13 s.d 16 Agustus 2012

Materi Ujian:
 Komponen Bahasa (Bahasa Arab dan Bahasa Inggris)
 Komponen Pengetahuan Agama & Umum (PAI dan IPS)
 Matematika (bagi yang memilih Jurusan Pendidikan Matematika)
 Ujian Lisan (Tes baca al-Qur’an)


Biaya Registrasi
1. Biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan)
1.1. SPP Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Ekonomi Syari’ah (ES)
WNI : ..................................................................... Rp. 900.000,- per semester
WNA : ..................................................................... Rp. 2.700.000,- per semester
1.2. Selain Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Ekonomi Syari’ah (ES)
WNI : ..................................................................... Rp. 600.000,- per semester
WNA : ...................................................................... Rp. 1.800.000,- per semester
2. Biaya Praktikum
2.1. Prodi Bhs. Inggris, Matematika, Psikologi dan Komunikasi
Semester I dan II Rp. 200.000,- per semester
Semester III s.d VII Rp. 300.000,- per semester
2.2. Selain Prodi Bhs. Inggris, Matematika, Psikologi dan Komunikasi
Berlaku semester I s.d VII Rp. 200.000,- per semester
3. Biaya Pembinaan Mahasiswa Rp. 65.000,- per semester
4. Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) / Khusus Mahasiswa Baru
Rp. 860.000,- per program
Total Biaya Registrasi Mahasiswa Baru
4.1. Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Ekonomi Syari’ah (ES)
WNI : ............................................................................ Rp. 2.025.000,-
WNA : ........................................................................... Rp. 3.825.000,-
4.2. Selain Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Ekonomi Syari’ah (ES)
WNI : ............................................................................. Rp. 1.725.000,-
WNA : ...........................................................................Rp. 2.925.000,-

Kontak Person:

 Bpk. Jainudin HP. 081332660222
 Ibu Prihatin HP. 081553657318
Esia 03191330302

pada jam kerja (08.00 – 15.00 WIB), mohon maaf tidak melayani SMS

PSB ONLINE TAHAP 2 KOTA KEDIRI

Tim PPDB Online
PSB ONLINE TAHAP 2 KOTA KEDIRI......klik disini ya... Disampaikan kepada seluruh calon siswa, khususnya pendaftar Tahap 1 yang belum diterima di sekolah pilihannya, bahwa pendaftaran peserta didik baru Tahap 2 akan dimulai tanggal 7 Juli 2012 jam 08.00 - 11.00 WIB. Sekolah-sekolah yang dapat dipilih adalah sekolah yang belum terpenuhi daya tampungnya setelah proses lapor diri/daftar ulang yang telah dilaksanakan. Siswa yang berhak mengikuti pendaftaran tahap 2 adalah: 1. Siswa telah mengikuti pendaftaran Tahap 1 2. Siswa tidak diterima di semua sekolah pilihan pada Tahap 1 3. Siswa tidak sedang didiskualifikasi atau tidak sedang mengundurkan diri. Prosedur pendaftaran Tahap 2 adalah siswa bersangkutan datang ke salah satu sekolah pilihan dengan membawa berkas cetak bukti pendaftaran Tahap 1. Proses entri pendaftaran pilihan sekolah akan dilakukan melalui operator sekolah.

Wednesday, 4 July 2012

PENTINGKAH BELAJAR BAHASA ASING BUAT ANAK ANAK KITA


Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belajar bahasa daripada orang dewasa. Ada pula yang berpendapat, belajar bahasa asing sejak dini bukan jaminan. Sementara yang lain bilang, keberhasilan belajar bahasa asing sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya.

Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak.
Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.
Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?

Masa emas belajar bahasa
Beberapa pakar bahasa mendukung pandangan "semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah anak menguasai bahasa itu". Misalnya, McLaughlin dan Genesee menyatakan bahwa anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa tanpa banyak kesukaran dibandingkan dengan orang dewasa.
Demikian pula Eric H. Lennenberg, ahli neurologi, berpendapat bahwa sebelum masa pubertas, daya pikir (otak) anak lebih lentur. Makanya, ia lebih mudah belajar bahasa. Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun tidak maksimal.
Dr. Bambang Kaswanti Purwo, ketua Program Studi Linguistik Terapan Bahasa Inggris, Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, dalam tulisannya Pangajaran Bahasa Inggris di SD dan SMTP,  bahwa usia 6 - 12 tahun, merupakan masa emas atau paling ideal untuk belajar bahasa selain bahasa ibu (bahasa pertama). Alasannya, otak anak masih plastis dan lentur, sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus.
Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara otomatis. Cukup dengan pemajanan diri (self-exposure) pada bahasa tertentu, misalnya ia tinggal di suatu lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat menguasai bahasa itu. Masa emas itu sudah tidak dimiliki oleh orang dewasa.
Namun, bukan berarti orang dewasa tidak mampu menguasai bahasa kedua (bahasa asing). Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan inteligensia rata-rata pun mampu mempelajari bahasa kedua selewat usia 20 tahun. Bahkan ada yang mampu belajar berkomunikasi bahasa asing pada usia 40 tahun.
Kenyataan itu tidaklah bertentangan dengan hipotesis mengenai batasan usia untuk penguasaan bahasa karena penataan bahasa pada otak sudah terbentuk pada masa kanak-kanak. Hanya saja lewat masa pubertas terjadi "hambatan pembelajaran bahasa" (language learning blocks). "Jadi, maklum bila belajar bahasa selewat masa pubertas, justru lebih repot daripada ketika usia lima belas atau lima tahun," ujar Bambang.
Pada penguasaan bahasa pertama dikenal istilah "masa kritis" (critical period). Pada penguasaan bahasa kedua (bahasa asing) terdapat istilah "masa peka" (sensitive period). Berdasarkan penelitian Patkowski, masa peka penguasaan sintaksis bahasa asing adalah masa sampai usia 15 tahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing sebelum usia 15 tahun mampu menguasai sintaksis bahasa asing seperti penutur asli. Sebaliknya, pada orang dewasa hampir tak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai.
Lebih detail dipaparkan oleh peneliti lain. Penelitian Fathman terhadap 200 anak berusia 6 - 15 tahun yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah di AS, menunjukkan bahwa anak yang lebih muda (usia 6 - 10 tahun) lebih berhasil pada penguasaan fonologi (tata bunyi) bahasa Inggris. Sedangkan pada anak lebih tua (11 - 15 tahun) lebih berhasil pada penguasaan morfologi (satuan bentuk bahasa terkecil) dan sintaksisnya (susunan kata dan kalimat).
Masih tentang penguasaan aspek tertentu dari bahasa asing dalam kaitannya dengan faktor usia, Scovel menyebutkan, kemampuan untuk menguasai aksen bahasa asing berakhir sekitar usia 10 tahun. Sedangkan penguasaan kosa kata dan sintaksis, menurut catatannya, tidak mengenal batasan usia.
Pro-kontra periode kritis
Masa ideal anak belajar bahasa bertolak dari apa yang disebut periode kritis bagi penguasaan bahasa ibu. Periode kritis sebenarnya masih berupa hipotesis bahwa dalam perjalanan hidup manusia terdapat jadwal biologis yang menentukan masa-masa kegiatan seseorang (Brown, 1994).
Periode kritis sering dihubung-hubungkan dengan proses pembelahan antara otak kiri dengan otak kanan. Hasil penelitian neurologis menyebutkan, pada usia menjelang dewasa, fungsi-fungsi kemanusiaan terbagi atas dua bagian. Fungsi intelektual, logika, analisis, dan kemampuan berbahasa berada pada otak bagian kiri. Sedangkan fungsi yang berhubungan dengan emosi dan fungsi lain yang bersifat sosial dikendalikan oleh belahan otak kanan. Ketika memasuki proses pembelahan otak itulah, menurut para pakar anatomi bahasa, masa peka bahasa itu berlangsung.
Setelah proses "penyebelahan" (lateralization) otak selesai, menurut hipotesis Lenneberg, perkembangan bahasa cenderung menjadi "beku". Keterampilan dasar yang belum dapat dicapai pada masa itu (kecuali untuk artikulasi) biasanya akan tetap tidak sempurna.
Kapan tepatnya proses terjadinya masa pembelahan otak, masih terdapat ketidaksepakatan di antara para ahli. Pandangan-pandangan yang berseberangan antara lain dikemukakan oleh Sorenson dan Jane Hill.
Menurut penelitian Sorenson terhadap suku Tukaro di Amerika Selatan, menjelang usia dewasa masyarakat Tukaro paling tidak sudah menguasai dua atau tiga dari 24 bahasa yang biasanya mereka pergunakan. Yang lebih mengherankan lagi, jumlah penguasaan bahasa itu malahan semakin banyak dan lebih sempurna ketika mereka menjelang usia tua.
Bukti lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya terhadap masyarakat Barat, Jane Hill berkesimpulan bahwa dalam perkembangan normal seseorang dapat mempelajari bahasa asing dengan sempurna, terlepas dari apakah ia berusia muda atau tua.
Proses pembelahan otak, menurut Eric Lenneberg, terjadi sejak anak berusia dua tahun dan berakhir menjelang pubertas. Sedangkan Norwan Geshwind berpendapat, pembelahan otak (periode kritis) usai jauh sebelum masa pubertas. Lebih ekstrem lagi pendapat Stephen Krashen, yakni proses pembelahan itu berakhir sewaktu anak berusia lima tahun.
Dengan demikian, jelas bahwa hipotesis periode kritis tidak bisa dijadikan kriteria keberhasilan pengajaran bahasa kedua atau bahasa asing. Keberhasilan seseorang belajar bahasa asing, menurut Gardner dan Lambert, tidak tergantung pada kemampuan intelektual atau kecakapan bawaan berbahasa, tetapi sangat ditentukan oleh motif atau kebutuhan berkomunikasi dalam lingkungannya.
Bukan jaminan
Sejak masuk SD bahkan TK, anak sudah "dituntut" menguasai lebih dari satu bahasa; bahasa daerah dan Indonesia. Keduanya dipakai sebagai bahasa pengantar dalam proses belajar-mengajar.
Betapa beratnya beban mereka, bila kemudian masih ditambah lagi belajar bahasa Inggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam satu periode, misalnya.
Kenyataan itu bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Di samping akan menimbulkan beban psikologis, tak tertutup kemungkinan laju perkembangan bahasa daerah dan nasional anak pun malahan terhambat, atau justru merusak sistem-sistem bahasa yang terlebih dahulu dia kuasai.
Hal seperti itu tidak jauh berbeda dengan anak yang sedang belajar bola tangan. Sebelum ia mahir bermain bola tangan, lalu ditimpa lagi dengan permainan bola basket dan sepak bola. Pelatih tidak perlu heran apabila kemudian si anak memasukkan bola dengan tangan ketika bertanding sepak bola, atau menyundul dan menendang bola ketika anak bermain bola basket.
Jeperson jauh-jauh sebelumnya memperingatkan bahwa anak yang mempelajari dua bahasa tidak akan dapat menguasai kedua bahasa itu dengan sama baiknya. Juga tak akan sebaik mempelajari satu bahasa. Kerja otak untuk menguasai dua bahasa akan menghambat anak untuk mempelajari hal lain yang harus dia kuasai. Perkembangan bahasa anak terganggu, baik dalam penggunaan kosa kata, struktur tata bahasa, bentuk kata, dan beberapa penyimpangan bahasa lainnya.
Tidak terelakkan, dalam era global penguasaan bahasa Inggris hukumnya wajib. Siapa yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun menguasai ilmu pengetahuan mau tidak mau harus menguasai bahasa yang satu ini. Namun, dalam penanaman kita dituntut sikap bijak dan tidak tergesa-gesa.
Di samping perlu mempertimbangkan kemampuan anak, para orang tua hendaknya memperhatikan pula kepentingan anak akan penguasaan bahasa daerah dan nasional.
Kedua bahasa itu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari fungsi keseharian dan tanggung jawab sosial anak. Sebab itu, akan lebih baik bila bahasa Inggris atau bahasa asing lain diberikan setelah bahasa daerah dan bahasa nasional terkuasai secara mantap.
Pengajaran bahasa asing dalam usia dini toh bukan jaminan mutlak keberhasilan berbahasa pada anak.

Sunday, 1 July 2012

AleXa Rank

pak-boedi.blogspot.com-Google pagerank,alexa rank,Competitor

IP Adrress....KaMu...

ip-location

Protected by News3Best

Get this widget

boedis@2012. Powered by Blogger.

Adsense

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger