Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi

Wednesday, 2 May 2012

pengujian hipotesis


Pengujian Hipotesis
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendapatkan pengalaman hidup, dari pengalaman hidup tersebut kita bisa mengambil beberapa kesimpulan. Misalnya setiap kali kita ke kantor kita sering menemukan lebih banyak orang yang menggunakan angkutan umum sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa lebih banyak orang yang menggunakan angkutan umum daripada kendaraan pribadi. Akan tetapi kesimpulan tersebut belum tentu benar karena hanya didasarkan pada apa yang kita saksikan sehari-hari. Selain itu kita juga tidak tahu seberapa banyak orang yang menggunakan angkutan umum dari pada kendaraan pribadi.

Dugaan kita bahwa ada sesuatu dibalik peristiwa yang kita saksikan biasanya disebut hipotesis. Dalam pengertian statistik, hipotesis adalah Asumsi atau Dugaan atau Anggapan mengenai sesuai hal yang dibuat berdasarkan TEORI, PENGALAMAN atau KETAJAMAN BERFIKIR dan menjelaskan hal itu melalui sebuah pengecekan atau pembuktian. Untuk membuktikan bahwa asumsi atau dugaan atau anggapan tersebut benar maka kita harus mengujinya. Langkah-langkah dalam melakukan pengujian tersebut biasa dikenal dengan pengujian hipotesis.

Untuk melakukan pengujian hipotesis beda dua rata-rata yang saling berhubungan digunakan Paired Sample T Test. Proses pengujian dengan menggunakan program SPSS adalah sebagai berikut:

Masukkan data yang dimiliki ke dalam program SPSS sebagai berikut:

http://1.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-maUCc9wpI/AAAAAAAAABs/YjEcHNP2E1o/s320/data.bmp

Setelah itu klik ANALYZE > COMPARE MEANS > PAIRED SAMPLE T TEST sehingga kota dialog Paired Sample T Test muncul:

http://2.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-ma3Sc9wqI/AAAAAAAAAB0/7tO963Im6SY/s320/data2.bmp

Setelah kotak dialog muncul, masukkan variable sebelum dan sesudah secara berurutan ke dalam kotak Paired Variabels.
http://4.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-mbXyc9wrI/AAAAAAAAAB8/pCbs28N9C9c/s320/dialog+1.bmp

Setelah itu klik OK hingga output SPSS menampilkan hasil sebagai berikut:

http://1.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-mbtCc9wsI/AAAAAAAAACE/6dV9vTvEg5k/s320/output1.bmp

Tabel Paired Samples Statistics menunjukkan bahwa sekor yang diperoleh siswa mengalami kenaikan dari 63,00 menjadi 67,71. Sedangkan korelasi antara kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les sebesar 0,906 sehingga ada hubungan yang signifikan kemampuan siswa sebelum dan sesudah mengikuti les.

http://4.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-mcRyc9wtI/AAAAAAAAACM/zEWNLp6_O0s/s320/output2.bmp

Output selanjutnya adalah paired sample test dimana dipaparkan hasil analisis SPSS terhadap perbedaan rata-rata.

http://2.bp.blogspot.com/_lKlbyrdPRCo/R-mcnSc9wuI/AAAAAAAAACU/6uMlixWRn-E/s320/paired+sample+t+test.bmp

Pada tabel di atas terlihat bahwa mean sebesar -4,714 dengan standar deviasi sebesar 5,648. Nilai thitung sebesar -2,208. Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,069 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan nilai siswa sebelum ataupun sesudah mengikuti les.

No comments:

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger