Selamat datang di BLOGnya Pak Boedi

Monday, 2 April 2012

WAHAI RAKYAT.......BUKA MATAMU!!!!!!!! AKAN sejarah BBM


Kalau informasi rakyat negeri ini hanya berasal dari televisi, radio, dan media cetak seperti era di tahun ‘70 dan ‘80, dan saat itu semua dikangkangi oleh penguasa, pastinya saat harga BBM dinaikkan kita hanya mantuk-mantuk saja. Engkong di rumahnya si Doel Anak Betawi cuman bisa ngisep cerutu dalem-dalem.
Berhubung sekarang si Doel sudah mainannya Fesbuk ama twitteran ya infonya sudah lain. Lihat saja sendiri, si Doel sampai geleng-geleng kepala membaca data korelasi antara kenaikan Harga Minyak Mentah Dunia dengan keuntungan yang diperoleh pemerintah saat menjual BBM dengan harga Rp.4.500,-. Si engkong yang ikut ngebaca, nyeletuk, “pantes, kemarin gue waktu pas mau milih lurah, dapat sarung, baju koko sama duit, oh tu duit dari jualan bensin yak?”, tanya si engkong pada Doel.
Doel hanya bisa bilang,”iya kali ‘Kong…”
Apa yang dibaca si Doel sih di FB ? sampe engkongnya nyerocos gitu.. nih dia …
Belum selesai Doel membaca info ini, hatinya tambah panas. Giginya gemerutuk seperti ngunyah permen keras karena sore ini teve nayangin demo massa mahasiswa masih gontok-gontokkan dengan polisi di senayan. Doel marah, kesel ngelihat aparat. “Ya jangan salahin mahasiswa dong kalau mereka nuntut BBM turun, lha kemane aje tu duit ?”…
Di lain tempat, Lupus teman si Doel juga gak kalah herannya ketika buka twitter ada tautan link dari temannya yang membuat Lupus jadi tambah keki. Ada gambar peta Indonesia dengan bendera asing yang berkibar di atas tanah tambang migas nusantara. Lupus berusaha mencari, mana ya si Merah Putih ?

Mana Merah Putihnya? di Peta penguasaan Migas Tanah Air
Gile aja, batin Lupus. Pantesan gue dan temen-temen melarat terus. Kerja banting tulang tiap hari tapi duit migas larinya ke bendera negara lain. Paling-paling tuh duit yang buat Indonesia cuman sekedar 2 sampai 3% doang, lupus belingsatan. Hatinya merah terbakar setelah membaca gambar peta itu. Pokoknya ntar gue mau ikut demo di Senayan.
==========
Begitulah, gambaran kecil generasi muda kita. Mereka tidak pernah mendapatkan info seaktual, sedahsyat begini untuk pengembangan wawasan dan cara pandang mereka seperti era 70 dan 80. Tidak ddi tivi, tidak di radio atau koran. Tapi di Fb dan twitter. Tanpa disadari media sosial punya side impact buat Doel dan Lupus dalam berkecintaan pada negeri dan kesejahteraan mereka sendiri.
Kalau dulu, kita ingat, Menteri Penerangan ” Harmoko” adalah pejabat yang tugasnya nentramin rakyat. Walau akhir jabatannya, beliau sempat berontak pada rezim Orba. Semua diayemin, digombalin dan hebatnya semua manut. Emang mau nyawa hilang kalau berani vokal?
Rakyat sekarang tidak begitu lagi. Contoh Doel dan Lupus di atas menggambarkan, walau hanya dengan hp harga 300 ribu dan bisa akses Jejaring sosial, mereka udah bisa menyimpulkan sendiri, ni rakyat yang bego apa pemerintahnya yang ‘oon ya ?
Ya sudahlah, mungkin kita harus bercermin pada negeri lain, bahwa untuk mencapai sebuah kemakmuran sejahtera , rakyat harus mencari tahu sendiri dan cukup gigit jari. Sedang tanpa disadari , rakyat harus diperas dan diperkosa kemakmurannya demi sebuah kampanye partai politik yang ingin melanggengkan kekuasaannya dan kepentingan golongan penguasa , bukan kemakmuran rakyat….
Doel pun berteriak , “Turunkan BBM !”
Lupus juga gak kalah seru,” Usir kapitalis dari Freeport !”
Semoga kita bisa makmur dan menguasai negeri sendiri . (ngarep.com)
Salam Merdeka !

No comments:

Post a Comment

 
Support : Copyright © 2011. MAKALAH PENDIDIKAN INDONESIA - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger